Longsor di Sungai Air Manna Singkap Benda Diduga Meriam Tua, Dikbud Bengkulu Selatan Turun Tangan

Benda menyerupai meriam tua di kawasan Dusun Mutar Alam setelah material tanah bergeser, Jumat 2 Oktober 2026

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Peristiwa tanah longsor di sekitar aliran Sungai Air Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, mengungkap temuan tak terduga. Warga Desa Jeranglah Tinggi, Kecamatan Manna, menemukan benda menyerupai meriam tua di kawasan Dusun Mutar Alam setelah material tanah bergeser.

Temuan tersebut sontak menyedot perhatian warga setempat. Dari bentuknya yang menyerupai meriam, muncul dugaan benda itu merupakan peninggalan masa penjajahan Belanda. Namun kepastiannya belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil kajian ahli terkait asal-usul, usia, dan nilai sejarahnya.

Menindaklanjuti laporan warga, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan awal.

Kabid Kebudayaan Dikbud Bengkulu Selatan, Nofman Pasah, SE, ME, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim pada Jumat, 2 Oktober 2026.

“Tim Bidang Kebudayaan Dikbud Bengkulu Selatan sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi benda yang ditemukan warga. Kami juga telah melakukan pengukuran dimensi meriam tersebut sebagai bagian dari pendataan awal,” ungkap Nofman.

Ia menegaskan, pemeriksaan yang dilakukan baru tahap awal. Pihaknya belum bisa memastikan kapan meriam itu dibuat, siapa pembuatnya, hingga peristiwa sejarah yang melatarbelakangi keberadaannya di sekitar Sungai Air Manna.

Untuk mengungkap identitas benda tersebut, Dikbud Bengkulu Selatan akan menggandeng tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan.

“Insya Allah, Tim Ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan perwakilan Bengkulu akan segera turun untuk mengidentifikasi benda yang diduga sebagai warisan budaya ini,” jelasnya.

Saat ini, benda yang diduga meriam tua itu telah diamankan dan dipindahkan ke Masjid Desa Jeranglah Tinggi agar lebih mudah dipantau sembari menunggu identifikasi lanjutan.

Keterlibatan tim ahli dinilai penting untuk memastikan nilai kesejarahannya, mulai dari karakteristik fisik, bahan pembuatan, perkiraan masa pembuatan, hingga kemungkinan keterkaitannya dengan sejarah wilayah Bengkulu Selatan.

Jika terbukti memiliki nilai penting dari sisi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, maupun kebudayaan, temuan tersebut berpotensi ditetapkan sebagai objek warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Bagi masyarakat Jeranglah Tinggi, penemuan ini bukan sekadar benda tua, melainkan membuka peluang adanya kisah sejarah yang selama ini terpendam di kawasan Sungai Air Manna. Warga pun diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan sebagai peninggalan Belanda sebelum ada hasil penelitian resmi.

Informasi mengenai lokasi awal penemuan, kondisi tanah saat longsor, hingga keterangan warga yang pertama kali menemukan akan menjadi data penting dalam proses penelitian untuk membongkar misteri meriam tua di Dusun Mutar Alam tersebut..(1dn)

Pos terkait