Bengkulu||ISBCenter.com – Ayat inilah yang membuat kita merayakan Natal.
“Lukas 2:11 (TB) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud”
Natal adalah berbicara Kelahiran Yesus ke Dunia. Kelahiran itulah yang dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Ya, walaupun kita tidak tahu persisnya kapan hari, tanggal dan kelahiran Yesus ke Dunia. Namun perayaan ini menjadi penting sehingga menjadi tradisi turun menurun. Mengapa? Penting karena menjadi momentum pemberitaan Injil atau kabar sukacita besar bagi dunia itu sendiri. Di mana menurut Alkitab, bahwa Yesuslah satu-satunya Juru Selamat dunia. Yang bisa menyelamatkan umat manusia, khususnya bagi orang yang percaya.
Selain momentum pemberitaan Injil, Natal juga menjadi penting karena dalam perayaan natal seharusnya ada refleksi umat Kristiani itu sendiri, yang akan berpengaruh besar bagi kehidupan manusia di dunia ini.
Saya melihat bahwa dalam ibadah dan perayaan Natal terkandung 4 makna yang tidak boleh hilang :
1. Pertama, Makna Natal adalah Mengajarkan kita untuk Berbagi dan Perduli.
Perayaan Natal juga sebagai pengingat untuk peduli kepada sesama. Jika kamu memiliki rezeki berlebih, alangkah baiknya jika berbagi dengan saudara kita yang kekurangan. Dengan begitu kamu telah menerapkan ajaran Allah.
2. Makna Natal Kedua adalah Belajar Tentang Kasih yang tulus diiringi dengan tindakan yang nyata.
Natal bukan sekedar ucapan broadcast whatsapp atau posting foto di media sosial. Sebenarnya kamu harus menunjukkan arti natal yang sesungguhnya lewat perbuatan. Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan.
3. Makna Natal ketiga Adalah momentum Belajar Mengucap syukur.
Nah, yang ketiga yang tidak boleh dilupakan saat merayakan natal adalah belajar bersyukur. Ya, bersyukur untuk segala sesuatu dalam hidupmu, mulai dari yang baik ataupun tidak. Tidak perlu muluk-muluk, kita bisa mulai dari yang paling sederhana. Seperti bersyukur karena masih diberi kesehatan, bisa makan tiga sehari, dan tinggal di tempat yang layak. Ingat, di luar sana banyak orang jauh lebih menderita.
4. Makna Natal berikutnya adalah Hidup Sederhana & Rendah Hati.
Natal tak harus dilewatkan dengan kemewahan, karena bukan itu inti yang sebenarnya. Jika kamu ingat, Yesus sendiri lahir ke dunia jauh dari kemewahan atau pesta besar. Karena faktanya Yesus lahir dengan penuh kesederhanaan. Begitu juga dengan keseharian kita, Natal adalah “alarm” untuk mengingatkan arti dari kesederhanaan. Bukan memegahkan diri dalam kesombongan, tetapi jadi pribadi yang apa adanya dan rendah hati. Tak benar rasanya kita hidup angkuh sementara Kristus yang lahir tetaplah sosok yang sederhana. Ia turun dari takhta ke palungan.
Kesimpulan :
Ibadah dan perayaan Natal mengingatkan kepada kita tentang Allah yang sungguh-sungguh mengasihi umatNya.
Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kisah Para Rasul 4:12 (TB) Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
Kasih Allah adalah modal refleksi diri kita semua, untuk mengandalkan Tuhan dalam pencarian keselamatan pada masa di dunia dan pada masa kekekalan. Banyak orang mengandalkan diri sendiri dan agama. Tetap bagi umat Kristiani, tentnya sudah memahami bahwa keselamatan hanya karena kasih karuniaNya, bukan agama itu sendiri. Artinya, kita tidak cukup beragama Kristiani, melainkan harus memahami kasih Allah itu sendiri. Itulah modal kita untuk bisa hidup berdampingan dengan sesama selama di dunia ini.
Semoga Natal tahun ini, membawa damai dan sukacita besar dalam hati kita. Tuhan memberkati.
Bengkulu, 14 Desember 2023.
Pdt. Yusak, S. Th










