Mambasue Nagori, Ninik Mamak IV Koto Lubuk Ambacang Kumpulkan Cucu Kemanakan

Mambasue Nagori, Ninik Mamak IV Koto Lubuk Ambacang Kumpulkan Cucu Kemanakan

Kuansing||ISBCenter.com – Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menyambut bulan suci Ramadan, ninik mamak Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang menggelar acara adat “Mambasue Nagori” dengan mengumpulkan cucu kemenakan di Pulau Rona, Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Ahad (15/2/2026).

Kegiatan adat ini diikuti masyarakat dari Desa Koto Kombu, Lubuk Ambacang, Sampurago dan Sungai Alah yang tergabung dalam Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang.

Tokoh adat Syafrudin yang bergelar Datuk Songgo menyampaikan bahwa “Mambasue Nagori” merupakan tradisi bersih kampung, baik secara lahir maupun batin.

“Ini momentum untuk mengumpulkan seluruh cucu kemenakan agar bisa saling bertatap muka. Apalagi sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadan, di sini kita saling bermaafan. Ini acara adat yang sudah diwariskan turun-temurun,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh cucu kemenakan menjaga budi pekerti, adab, serta sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuannya agar kita semua dijauhkan dari bala bahaya dan musibah,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Taslim Idrus yang bergelar Datuk Sirajo. Ia menegaskan bahwa tradisi penyembelihan kerbau dalam acara ini merupakan simbol kebersamaan dan kekompakan masyarakat.

“Kita makan bersama. Tidak ada hal yang bertentangan dengan agama. Kita duduk bersama, membersihkan diri agar kampung ini bersih dari hal-hal buruk,” ujar Taslim yang juga menjabat Ketua LAN Hulu Kuantan.

Ia mengajak masyarakat tetap menjaga adat dan mengikuti petuah orang tua terdahulu.

“Kalau ini kita jalankan, Insya Allah kita selamat dunia akhirat,” katanya.
Ketua DPRD Kuansing, Jufrizal, dalam arahannya menyebut kegiatan tersebut sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan.

“Saya apresiasi kegiatan seperti ini. Semoga pertemuan cucu kemenakan Kenegerian IV Koto Lubuk Ambacang membawa manfaat dan memperkuat persatuan kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby melalui Kepala Bapenda Kuansing Masrul Hakim menyampaikan salam dan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung.

“Pak Bupati berpesan agar adat menjadi acuan demi kebaikan nagori. Adat adalah dasar masyarakat dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat,” kata Masrul.
Ia juga mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya dan adat agar kehidupan lebih terarah.

Camat Hulu Kuantan Azisman SST turut menyampaikan bahwa “Mambasue Nagori” berarti membersihkan kampung dari sisi perilaku, kepatutan dan adab dalam pergaulan sehari-hari.

“Dengan kegiatan ini, kita berharap masyarakat semakin kompak dan dijauhkan dari bala musibah,” ujarnya.

Ketua Panitia Iid Siswandi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut, mulai dari pemerintah daerah, ninik mamak, kepala desa, tokoh masyarakat hingga pihak swasta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ahmad Herry, Kadiskes Kuansing Aswandi, Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.(*YH)

Pos terkait