Melirik Bisnis Lahan Rawa untuk Kolam Pemancingan

Tempat kolam pemancingan ikan milik Ketua Padepokan Nur Islah Imam Syafi'i

Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Bisnis kolam pemancingan digeluti Imam Syafi’i, warga Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu sejak puluhan tahun lalu.

Prospek di balik usaha tersebut rupanya adalah hasil peluang menggarap lahan rawa dan belukar untuk menjadi area bermanfaat. Kolam dengan lebar seperempat lapangan bola itu pun menemani aktivitas masyarakat setempat dan menambah pundi-pundi rupiah bagi Ketua Padepokan Nur Al Islah itu.

Bisnis kolam ikan pemancingan merupakan bisnis yang sangat prospek dan memiliki potensi keuntungan yang besar. Dengan modal bibit ikan nila dan lele serta pakan yang ditaksir mencapai jutaan rupiah dapat menghasilkan belasan juta rupiah.

“Kalau lagi ramai, dapat untung ratusan ribu rupiah dalam sehari. Sedangkan kalau sepi, ya cukup untuk balik modal beli pakan ikan,” ujarnya, Sabtu (17/6/23).

Selain itu, Imam menyebut bisnis ini juga tidak akan pernah mati. Dirinya tak pernah khawatir tidak ada konsumen yang memancing di kolamnya.

“Itu karena para penghobi mancing akan selalu mencari kolam pemancingan untuk menyalurkan hobinya,” kata dia.

Selain itu, kolam pemancingan juga menyasar orang-orang yang membutuhkan hiburan untuk bersantai ria. Hal ini dikarenakan, kolam pemancingan tidak hanya menjual jasa pemancingan saja, tetapi juga sekaligus memasak hasil pancingan, sembari menyediakan kopi dan aneka gorengan bagi para konsumennya.

Awal mula dibukanya kolam pemancingan ini, hamparan sawah dan pemandangan Danau Dendam Tak Sudah masih terpampang jelas. Namun sayang, tingginya pertumbuhan penduduk membuat lahan-lahan kosong dan area persawahan kini menjadi sempit dan menyisakan beberapa hektare saja.

“Kunci suksesnya hanya satu, yakni memuaskan konsumen. Pemasukan bisnis ini juga berasal dari penjualan ikan yang diambil langsung dari kolam ataupun konsumsi para pengunjung,” singkat Imam..(*Am)

Pos terkait