Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing langsung tancap gas menjalankan program pembangunan di berbagai sektor.
Hasilnya mulai terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka kemiskinan di Kota Bengkulu berhasil ditekan menjadi 11,91 persen, turun signifikan dari sebelumnya 13,76 persen. Terjadi penurunan sebesar 1,85 persen dalam satu tahun terakhir.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan, yang merupakan kelanjutan dari program pada periode pemerintahan sebelumnya dan diperkuat dengan program-program pro rakyat di era Dedy-Ronny.
“Penurunan angka kemiskinan ini bukan sekadar angka. Ini tentang bagaimana program kita tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat bawah. Kami ingin memastikan tidak ada warga Bengkulu yang tertinggal,” ujar Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
Dedy menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat program bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja baru untuk menjaga tren penurunan kemiskinan tersebut.
“Kami tidak akan berpuas diri. Target kami ke depan, angka kemiskinan harus terus turun di bawah 10 persen. Ini kerja kolektif semua OPD,” tegasnya.
Tidak hanya fokus pada pengentasan kemiskinan, Pemkot Bengkulu juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hal itu terbukti dengan diraihnya predikat tertinggi Zona Hijau dari Ombudsman Republik Indonesia dalam penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025. Predikat tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan yang prima, cepat, dan transparan kepada masyarakat.
“Zona Hijau dari Ombudsman adalah hadiah untuk seluruh ASN Kota Bengkulu yang sudah bekerja keras memperbaiki sistem pelayanan. Tapi ini bukan tujuan akhir, ini cambuk untuk kami agar lebih baik lagi,” kata Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing.
Di sektor kesehatan, RSUD Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan memperoleh nilai 88,68 dengan kategori sangat baik dalam penilaian pelayanan.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemkot Bengkulu kembali melanjutkan program pro rakyat, yakni Bedah 58 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di delapan kecamatan se-Kota Bengkulu. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta.
“Program bedah RTLH ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita ingin warga kita tinggal di rumah yang layak dan sehat. Satu rumah kita bantu Rp20 juta, semoga bisa meringankan dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkas Dedy.










