Bengkulu Selatan||ISBCenter.com — Pelaksanaan APBN di wilayah kerja KPPN Tipe A2 Manna hingga April 2026 tetap menunjukkan tren positif meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan ketidakpastian global. Realisasi belanja negara di Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kaur sudah hampir menyentuh angka Rp 1 triliun.
Berdasarkan data KPPN Manna, total realisasi belanja negara per akhir April 2026 tercatat Rp 950,04 miliar. Capaian itu setara 36,40 persen dari pagu anggaran Rp 2,61 triliun yang dikelola KPPN Manna.
Kepala KPPN Manna, Amoeng Priyo Sigit Pamoengkas, menyebut APBN masih jadi penopang utama stabilitas ekonomi daerah. Namun, secara tahunan, realisasi belanja sedikit melambat 1,20 persen dibanding periode sama tahun 2025.
Di sisi penerimaan, PNBP di wilayah KPPN Manna justru melonjak. Hingga April 2026, PNBP terealisasi Rp 8,39 miliar, naik Rp 1,93 miliar atau tumbuh 29,97 persen secara yoy.
“Penerimaan terbesar berasal dari jasa pertanahan dan jasa layanan KUA,” jelas Amoeng.
Sementara itu, realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp 129,60 miliar, naik Rp 5,65 miliar atau 4,56 persen dibanding tahun lalu.
“Penyerapan anggaran Belanja Pemerintah Pusat sampai April 2026 masih didominasi pembayaran rutin pada satuan kerja,” terangnya.
Untuk Transfer ke Daerah, KPPN Manna sudah menyalurkan Rp 820,43 miliar. Angka ini turun 2,05 persen dibanding April 2025. Dana Bagi Hasil juga melambat cukup dalam hingga 70,94 persen dengan realisasi Rp 16,51 miliar atau 23,14 persen dari pagu. Penurunan dipicu pagu DBH 2026 yang hanya Rp 71,38 miliar.
Sebaliknya, Dana Alokasi Umum menunjukkan percepatan. Realisasinya mencapai Rp 654,71 miliar atau 40,18 persen dari pagu, tumbuh 21,20 persen dibanding tahun lalu.
“Pada April 2026 juga telah dilakukan penyaluran Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 134,06 miliar. Kemudian Dana Desa telah tersalur sebesar Rp 15,13 miliar,” katanya.
Amoeng menambahkan, secara nasional APBN masih kuat menopang ekonomi. Pendapatan negara sampai April 2026 tembus Rp 918,4 triliun, tumbuh 13 persen yoy, ditopang penerimaan pajak yang naik 13,7 persen. PNBP nasional juga tumbuh 11,8 persen jadi Rp 171,3 triliun, dan bea cukai mulai pulih 0,6 persen.
Dari sisi belanja, realisasi nasional sudah Rp 1.000 triliun atau tumbuh 34,3 persen.
“Pertumbuhan ini didorong oleh Belanja Kementerian/Lembaga yang melonjak hingga 57,9 persen. Pemerintah melakukan percepatan belanja agar daya dorong APBN terhadap perekonomian dapat dirasakan merata sepanjang tahun,” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan subsidi energi, termasuk BBM, tetap dijaga sampai akhir tahun untuk melindungi daya beli masyarakat.
Amoeng berharap seluruh satker di Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kaur menjaga tren positif ini agar manfaat APBN langsung dirasakan warga.
“KPPN Manna mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh satuan kerja lingkup KPPN Manna sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” tutup Amoeng. (*1dn)










