Nguri Nguri Budaya Jawa, Pemdes Gaprang Gelas Bersih Desa ke 202 Dengan Kirap dan Jamasan di Bulan Suro

Nguri Nguri Budaya Jawa, Pemdes Gaprang Gelas Bersih Desa ke 202 Dengan Kirap dan Jamasan di Bulan Suro

Blitar||ISBCenter.com – Sebagai bentuk syukur sekaligus memperingati jasa para leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Gaprang menggelar acara Bersih Desa Gaprang ke 202 tahun 2025.

Rangkaian acara Bersih Desa Gaprang ke 202 diawali dengan mengadakan Doa Tiga Agama, karena di desa Gaprang ada lima Agama lengkap, tapi yang banyak penganutnya umat Islam, umat Kristen dan umat Hindu. yang ke 2 Kirab budaya dan jamasan Mbah Gede, karena masyarakat memiliki situs yang ada di Desa Gaprang. yang ke 3 pameran UMKM yang dimulai tanggal 30Juli sampai 1 Agustus sebagai puncak dari rangkaian Bersih Desa Gaprang.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Gaprang Asharul Fahruda saat ditemui reporter isbcenter.com diruang kerjanya, Kamis(31/7/25).

“Kita memiliki situs yaitu Mbah Kiai Ageng, Mbah Gede dan Mbah Putri sebagai perwujudan sebuah peradaban, menurut cerita dari orang orang terdahulu, bahwa dulu ditemukan yang sekarang dijadikan tempat untuk menyimpan situs dan itu dibawa ke pendopo kembali lagi dengan sendiri, sehingga ini memang sudah membawa Amanah di Desa Gaprang untuk Nguri nguri situs yang diberikan di Desa Gaprang,”jelas Asharul

Acara ini juga bertujuan bagaimana masyarakat bisa saling menjaga, karena dulu dapat Informasi banyak situs situs yang dicuri orang karena tidak dirawat, tidak diperhatikan masyarakat, sehingga Pemdes mengajak masyarakat untuk nguri nguri situs yang ada di desa Gaprang dengan rangkaian acara Bersih Desa Gaprang setiap Bulan Suro Hari Selasa Kliwon.

“Sebelum diadakan Kirab Budaya dan Jamasan, Kirab dulu dari perbatasan Desa Gogodeso dan Desa Gaprang berjalan ke situs di Arca Gaprang setelah itu diadakan jamasan,”ungkapnya.

Menurut Asharul, Desa Gaprang memiliki beberapa Pusaka yang ditampilkan dalam kirab salah satunya adalah Pusaka Pusaka Desa Gaprang di Kirab paling depan dilanjutkan Tumpeng, belakangnya Gunungan hasil Bumi yang nantinya diberikan ke masyarakat, belakangnya Gunungan iringan Pemdes gaprang, BPD, RT RW, Kader Kesehatan,Linmas dan masyarakat.

“Jamasan menuju ke situs Mbah Gede setelah jamasan kita menuju kantor Desa Gaprang Jamasan kentongan yang dibuat pada tahun 1928,”tuturnya.

Asharul berharap kepada seluruh masyarakat Desa Gaprang bagaimana pemahaman antar agama dan budaya jangan sampai saling ditabrakkan, agama ada wilayahnya sendiri, budaya ada wilayahnya sendiri, sehingga bagaimana kegiatan kegiatan budaya itu tidak menabrak agama dan agama juga tidak terlalu negatif thingking terhadap kegiatan kegiatan budaya budaya masyarakat.

“Kami yakin masyarakat Desa Gaprang semuanya memiliki Agama dan percaya pada Tuhan. Sehingga Terkait dengan jamasan ini adalah upaya kita menjaga, melestarikan dan nguri nguri apa yang sudah diberikan Tuhan kepada desa Gaprang,”tandasnya.

Terakhir, Asharul menambahkan, kenapa Desa Gaprang tidak berada di Tlogo, tidak berada di Kuningan, ini sudah merupakan Takdir Tuhan dianggap masyarakat Desa Gaprang untuk merawat, menjaga dan nguri nguri Amanah tersebut.

“Kami berharap dengan Kirab Budaya dan Jamasan ini merupakan Wahana Pemersatu dari seluruh elemen masyarakat yang ada di desa gaprang baik dari sisi Agama, Profesi, kelembagaan kita bisa bersatu padu dalam sebuah wahana kirab budaya dan jamasan Mbah Gede,”tutupnya. (Ema)

Pos terkait