Bengkulu||ISBCenter.com – Oraganisasi PPAHMS (Perkumpulan Penangkar Ayam Hutan Merah Sumatra) Selasa Pagi, 4 Juni 2024 diterima langsung oleh Kepala RRI Bengkulu Bapak Drs. Jodi Purgito, SH., M.Kn dalam acara Audensi mensosialisasikan dan menjalin kerja sama dalam rangka pelestarian ayam hutan Sumatra / ayam berugo.

Hadir dalam audensi pengurus teras PPAHMS, Ketua Baharudin, Sekretaris, Ries, Bendahara Maryanto, Wakil Ketua Yusak, koordinator bidang Sutaryo, Dedi dan pengawas M. Ali serta pasihat PPAHMS Bapak H. Ahmad Kenedi. Dari RRI, hadir Kepala RRI Bengkulu Bapak Drs. Jodi Purgito, SH., M.Kn dan jajaran manajemen RRI Bengkulu lengkap.

Dalam acara audensi, Kepala RRI Bengkulu Bapak Drs. Jodi Purgito, SH., M.Kn membuka acara, di lanjutkan persentase visi misi PPAHMS oleh Ketua Umum PPAHMS, Program kerja sama PPAHMS dengan RRI oleh Bapak Yusak, serta penjelasan keberadaan organisasi oleh Penasihat PPAHMS Bapak H. Ahmad Kanedi, S. H
Hasilnya, organisasi PPAHMS sangat berterimakasih karena Bapak Kepala RRI Bengkulu Drs. Jodi Purgito, SH., M.Kn sangat menerima dan mendukung program PPAHMS.

“Intinya kami menerima dan mendukung apa yang disampaikan pengurus PPAHMS hari ini. Silakan pakai halaman RRI untuk program mancang, bahkan untuk program pameran ayam hutan setahun sekali dari komunitas PPAHMS. Silakan buat proposal kegiatan bahkan harapan saya PPAHMS bisa menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Dinas Pariwisata”. Jelas Drs. Jodi Purgito, SH., M.Kn
Sementara itu, H. Ahmad Kanedi, S. H selaku penasihat PPAHMS yang merupakan anggota senator Bengkulu, menekankan agar PPAHMS dan RRI Bengkulu bisa melakukan MOU untuk kedepan. Menurutnya, PPAHMS sebagai oraganisasi berbadan hukum yang sudah lengkap ini perlu di dukung oleh pemerintah dan pihak-pihak lembaga terkait lainnya, apalagi RRI memiliki posisi strategis dalam hal mensosialisasikan organisasi PPAHMS yang punya tujuan yang baik. Apalagi di komunitas ayam berugo ini, miliki nilai ekonomi kreatif yang perlu di dukung oleh pemerintah.
“RRI punya nilai strategis dalam mendukung ekonomi kreatif masyarakat, kususnya kegiatan oraganisasi PPAHMS. RRI Bengkulu bisa berperan besar dalam mensosialisasikan atau mengkampanyekan bahwa ayam berugo / Ayam Hutan Merah Sumatra perlu dilindungi dan di lestarikan, apalagi di dalam komunitas hobi ini memiliki peluang ekonomi kreatif masyarakat. Misalnya kandul, tali, tas, pakan, vaksin dan juga ajang membangun silaturahmi anggota “. Jelas Ahmad Kanedi.
Sementara itu, Bapak Yusak mengatakan bahwa kedepannya ia dan teman-temannya akan bergerak mengkampanyekan pelestarian ayam hutan Sumatra / ayam berugo.
” kami kedepan akan audensi dengan lembaga-lembaga terkait, untuk meminta dukungan mereka agar ada upaya bersama dalam hal pelestarian ayam hutan Sumatra. Jangan sampai, anak cucu kita nanti hanya bisa mendengar cerita bahwa ada ayam hutan asli Sumatra, tapi mereka tidak bisa melihatnya lagi. Selain itu, kami akan memohon kepada pemerintah dan swasta agar ada ayam hutan /ayam berugo di halaman Kantor sebagai bentuk dukungan langsung sebagai upaya pelestarian bahkan kami harapkan ayam hutan / ayam berugo ini bisa menjadi salah satu aikon Bengkulu kedepannya “. Jelas Yusak.
Sebagaimana di ketahui, bahwa penghobi Ayam hutan / ayam berugo di pulau Sumatera sangat banyak. Hampir di setiap kabupaten ada komunitasnya. Hanya saja selama ini komunitas sekedar kumpul, minim dukungan pemerintah. Semoga PPAHMS yang semantara ini sebagai satu-satunya oraganisasi resmi, bisa menjadi pelopor pelestarian ayam hutan /ayam berugo dan bisa menyatukan penghobi di seluruh wilayah Sumatra. (*Rozi )











