Pekanbaru Tuan Rumah Forum Kota Hijau IMT-GT 2026, Wali Kota Agung Tekankan Kolaborasi Lintas Negara

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho

Pekanbaru||ISBCenter.com –  Kota Pekanbaru resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum internasional Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan Seminar Pembangunan Kota Hijau yang digelar di Ballroom Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (05/08/2026), dan akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026.

Seminar tersebut dibuka langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto didampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Forum ini dihadiri para kepala daerah dari tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, untuk membahas strategi bersama dalam mewujudkan pembangunan kota hijau yang berkelanjutan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Pekanbaru sebagai tuan rumah.

“Ini sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Riau. Kami bersyukur Pemerintah Kota Pekanbaru diberikan amanah menjadi tuan rumah IMT-GT GCMC 2026,” ujar Agung.

Agung menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antar kota dan antar negara menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut, masih banyak kota di Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang telah memiliki pengalaman dan praktik baik dalam pembangunan kota hijau. Forum IMT-GT GCMC ini diharapkan menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman demi mempercepat terwujudnya kota yang ramah lingkungan.

“Tentu kerja sama ini juga tidak terlepas dari bagaimana kita bersama-sama menyejahterakan masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.

Agung juga memaparkan komitmen Pemko Pekanbaru dalam mewujudkan kota hijau melalui berbagai program lingkungan yang tengah dijalankan, termasuk dukungan terhadap Program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Menurutnya, paradigma pembangunan saat ini telah bergeser. Pembangunan tidak lagi hanya fokus pada infrastruktur fisik berupa gedung-gedung besar, melainkan harus selaras dengan upaya menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa kepedulian kita bukan lagi hanya membangun gedung-gedung besar, tetapi bagaimana menjaga alam karena itu berarti menjaga masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Agung mengajak seluruh kepala daerah peserta forum untuk memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, sungai, dan kawasan alam agar tetap lestari.

“Kami sering diingatkan bahwa ketika kita memuliakan alam, memuliakan sungai, maka kita juga akan dimuliakan oleh alam yang menjadi tempat kita hidup,” tutupnya..(*ay)

Pos terkait