Bengkulu||ISBCenter.com – Pembangunan jalan poros yang menghubungkan enam desa di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara tahap II saat ini sudah memasuki tahap lelang pekerjaan dengan perkiraan panjang jalan 18 kilometer.
Dijelaskan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso untuk saat ini belum diketahui pemenang tender pekerjaan yang dibiayai melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau dana pinjaman luar rnegeri tersebut. Namun dengan kondisi pulau yang membutuhkan kekhususan perlakuan dan keterbatasan bahan baku, memang dibutuhkan rekanan yang benar-benar memiliki kemampuan.
“Jalan poros Enggano memang dari awal sudah diselesaikan 13,5 Kilometer (Km), jadi sisanya sekitar 18 Km tahun ini sudah proses lelang lanjutan. Enggano ini mendapatkan dana SBSN untuk menyelesaikan dengan dana dulu Rp187 miliar,” jelas Tejo Suroso, Jumat (29/9).
Struktur Jalan Enggano sepanjang 32 Km awalnya direncanakan aspal hotmix dengan alokasi dana Rp187 miliar rupiah, namun karena umur perencanaan yang hanya terbatas 5 tahun serta kebutuhan pemeliharaan setiap tahun akhirnya dilakukan perubahan struktur menjadi readymix (adonan jadi) beton yang memiliki umur perencanaan 10 – 15 tahun.
“Karena terjadi perubahan struktur dari aspal menjadi readymix beton dengan alokasi tetap Rp187 miliar, jalurnya menjadi memendek. Karena kalau untuk aspal hotmix itu kebutuhan Rp4 miliar- Rp5 miliar per kilometer tapi kalau readymix beton itu Rp15 miliar per kilometer,” tambahnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pekerjaan jalan poros di pulau itu sudah dilakukan dari tahun 2022 lalu dengan sumber pendanaan APBN dengan mekanisme multiyears atau berkelanjutan yang pengerjaannya ditanggungjawabi oleh Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.
Secara keseluruhan panjang jalan yang dikerjakan mulai dari Desa Kahyapu hingga ke Desa Banjarsari sepanjang 32 kilometer dengan delapan jembatan. (*da)










