Pemdes Wonodadi Gelar Rembuk Stunting, Upaya Percepatan Penanganan Gizi Kronis

Pemdes Wonodadi Gelar Rembuk Stunting, Upaya Percepatan Penanganan Gizi Kronis

Blitar||ISBCenter.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Wonodadi dalam rangka pencegahan stunting telah menggelar kegiatan Musyawarah atau Rembuk Stunting, bertempat di Balai Desa Wonodadi, kecamatan Wonodadi kabupaten Blitar, Selasa (26/5/26).

Hadir dalam Rembuk Stunting Kepala Desa Wonodadi Ir. H. Mahmudi, Kepala UPT Puskesmas Wonodadi, Kepala PLKB kecamatan Wonodadi, Kader Posyandu, Bidan Desa, Tim pendamping keluarga, PKK, Lembaga desa BPD, LPMD, RT, RW dan Tokoh masyarakat.

Kepala Desa(Kades)Wonodadi, Mahmudi mengatakan maksud dan tujuan Rembuk Stunting ini membahas, menyusun, menyepakati dan menetapkan langkah-langkah strategis serta komitmen bersama dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting.

“Untuk angka stunting tahun 2026 sebanyak 9 anak, yang 2 masih dibawah umur 2 tahun,”kata Mahmudi pada awak media.

Lebih lanjut Mahmudi menjelaskan, setelah dilakukan pembahasan terhadap materi, selanjutnya seluruh peserta Rembug Stunting Desa menyepakati berketetapan menjadi kesepakatan akhir dari diusulkan dalam penyusunan RKP Desa tahun 2027.

Selain itu, lanjut Mahmudi, Faktor yang menyebabkan angka kenaikan stunting dari kurangnya pengetahuan orangtua, sanitasi yang kurang dan orangtua balita kurang peduli serta tidak aktif hadir di posyandu.

“Maka dari itu kami berharap masyarakat memahami betapa pentingnya gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak usia dini,”tandasnya.

Menurut Mahmudi, upaya yang telah dilakukan Pemdes Wonodadi untuk pencegahan dan penanganan stunting tahun 2026 diantaranya, sosialisasi kesehatan terkait stunting di semua TK didesa Wonodadi dengan berkolaborasi bersama PKK. Sedangkan untuk PMT diposyandu Balita ada Penambahan protein hewani.

“Pemdes juga mengadakan kelas balita untuk pencegahan dan penanganan stunting. Pembinaan untuk kader kesehatan desa dan diadakan kelas ibu hamil setiap bulan selama satu tahun,”ungkapnya.

Terakhir Mahmudi menambahkan, dari hasil kesepakatan rembuk stunting tahun 2026 termasuk Pengelolaan APE (Alat Permainan Edukatif) dalam setiap pos ILP (Integritas Layanan Primer), adanya begraatein BKR (Bina Keluarga Remaja) dengan sasaran orangtua dan remaja. Pengadaan alat HB beserta stik HB. PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk Ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik) dan sosialisasi stunting ke masyarakat.

“Hasil ini akan diusulkan dalam penyusunan RKPDes tahun 2027,”pungkasnya..(Ema)

Pos terkait