Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Kegiatan Monitoring Keluarga Resiko Stunting (KRS) Oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Bengkulu Selatan Bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni BAPPEDA LitBang, Dinas PPKBP3A, dan Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan berjalan lancar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (30/4/2024) di 2 desa yang ada di Bengkulu Selatan. Adapun desa tersebut adalah Desa Lawang Agung Kecamatan Kedurang dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim.
Agenda tersebut didampingi oleh TIm Pendamping Keluarga (TPK) & PKB Kecamatan Kedurang, Kecamatan Seginim, dan Kecamatan Kota Manna yang melakukan uji petik bersama Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu.
Keluarga Resiko Stunting (KRS) adalah keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja puteri/calon pengantin/Ibu Hamil/anak usia 0 – 23 bulan/anak usia 24 – 59 bulan berasal dari keluarga miskin, pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk, dan air minum tidak layak.
Untuk menurunkan stunting diperlukan intervensi spesifik sebesar 30 % dan intervensi sensitive sebesar 70 %. Kegiatan ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan pendekatan keluarga berisiko stunting..(*Adv/As)










