Kota Bengkulu ||ISBCenter.com – Menurut data dari SSGI 2022 dan SKI 2023, prevalensi stunting di Kota Bengkulu mengalami penurunan drastis dari 12,9 persen pada tahun 2022 menjadi 6,7 persen pada tahun 2023, menurun sebesar 6,2 persen. Hal ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kota Bengkulu dalam menangani stunting dan mewujudkan visi ‘Zero Stunting’ di kota tersebut.
Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berperan dalam pencapaian ini. “Alhamdulillah, pertama saya ingin sampaikan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja dengan baik sehingga dapat menekan stunting di kota yang kita cintai ini,” ujar Arif. Jumat(26/4/2024)
Selain itu, Arif juga mengapresiasi semua pihak yang telah berusaha keras dalam menurunkan angka prevalensi stunting. Namun, ia juga menegaskan agar tidak ada kepuasan cepat atas hasil ini. Baginya, keberhasilan ini harus menjadi motivasi untuk terus menurunkan bahkan menghilangkan kasus stunting di Kota Bengkulu.
Arif meyakini bahwa dengan keterlibatan semua pihak dan pemangku kepentingan, Kota Bengkulu dapat mencapai status bebas stunting. “Kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan di seluruh perangkat daerah, stakeholder, dan bersama masyarakat,” ungkapnya.
Untuk mencapai tujuan ‘Zero Stunting’, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dipimpin oleh Pj Sekda Eka Rika Rino, fokus pada konvergensi pencegahan stunting. Upaya ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat yang menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen. Namun, untuk Kota Bengkulu, TPPS menargetkan turun menjadi zero stunting.
Dalam rangka mencapai target tersebut, penguatan komitmen kolaborasi pentahelix menjadi kunci. Kegiatan ini melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, media, dan lembaga swadaya masyarakat untuk membentuk koordinasi yang baik antar instansi. Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, Kota Bengkulu bergerak maju menuju visi ‘Zero Stunting’.(*HS)










