Pemprov Akan Segera Kembangkan Pembangunan di Pulau Enggano Menuju Kawasan Wisata Bahari

Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya maksimal untuk melanjutkan pembangunan di Bumi Rafflesia tercinta ini. Percepatan Pembangunan Infrastruktur Major Project dan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD 2020-2024) di Provinsi Bengkulu. Mencakup pembangunan jalan Trans Pulau Enggano, pengembangan Bandara Enggano, update progress Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di Bengkulu Tengah, serta pembangunan jalan tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan insfrastruktur ini sebagai urat nadi untuk menghubungkan kawasan produksi dengan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian masyarakat kita,” papar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat membuka Rapat Koordinasi bersama Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi Rahman Hidayat, bertempat di Ruang VIP Pola Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis siang (17/12).

Gubernur Rohidin berpendapat, pembangunan yang dilakukan di Provinsi Bengkulu merupakan hasil kerja sama yang baik antar semua pihak yang didukung oleh masyarakat. Maka, cita-cita bersama untuk menjadikan Bengkulu Maju akan membuahkan hasil yang maksimal.

Sebut saja pembangunan jalan Trans Pulau Enggano yang masuk dalam kawasan administratif Kabupaten Bengkulu Utara. Pulau yang memiliki luas 400,6 Km² ini dihuni oleh penduduk sebanyak 3.800 jiwa.

“Enggano itu memiliki komoditas pertanian yang cukup unggul seperti pisang kepok melinjo dan cengkeh, namun aksesnya masih terbatas. Inilah yang terus kita dorong, mulai dari pengembangan pelabuhan sebagai akses utama distribusi, insfrastruktur jalan, dan tentunya juga pengembangan bandara. Mengingat Enggano juga dikenal sebagai surga bahari tentu minat wisatawan juga tinggi, begitu juga dengan sektor perikanannya,” imbuhnya.

Beliau juga menegaskan, pembangunan di Pulau Enggano juga harus melibatkan masyarakat adat yang merupakan masyarakat asli pulau tersebut.

“Kita tidak ingin masyarakat lokal menjadi tamu di wilayahnya sendiri, oleh karena itu kita harus selalu melibatkan masyarakat adat disana. Terutama mengenai perizinan pemanfaatan kawasan hutan di Enggano,” tegas Gubernur

Saat ini akses transportasi di Enggano berupa jalan lingkar dengan aspal penetrasi sepanjang 22,7 Km, didukung dengan keberadaan Bandara Enggano sebagai bandara evakuasi, membuka daerah terisolir, membuka pertumbuhan ekonomi, alih moda dan pariwisata. Bandara ini memiliki runway sepanjang 1.600 m x 30 m, area parkir pesawat 100 m x 80 m, taxi way 106 m x 23 m.
Bandara yang berada di Kampung Pikek, Desa Banjarsari ini membutuhkan peningkatan sarana prasarana penunjang, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana, maupun penyediaan jaringan telekomunikasi.

Sementara, untuk pengembangan pelabuhan sebagai jalur distribusi di Pelabuhan Malakoni dan Pelabuhan Kahyapu…(**Es)

Pos terkait