Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya mempercepat pembangunan daerah melalui penyusunan regulasi strategis. Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hariyadi, memimpin rapat penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, pada Kamis (6/2/25).
Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan misi Gubernur serta Wakil Gubernur Bengkulu dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan program prioritas pembangunan. Pemerintah Provinsi Bengkulu ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan pembangunan berjalan sesuai dengan arah yang telah ditetapkan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Hariyadi menegaskan bahwa pembentukan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan akan berfungsi sebagai unit strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. TGPP akan berperan dalam mengawal implementasi kebijakan, memberikan masukan teknis, serta memastikan sinergi antara berbagai sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Rancangan Peraturan Gubernur ini sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan di Bengkulu, Kita ingin memastikan program-program prioritas berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Hariyadi.
Upaya percepatan pembangunan ini sejalan dengan visi Gubernur Bengkulu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang lebih terarah dan terukur. Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan percepatan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Hariyadi menekankan bahwa keberadaan TGPP bukan hanya sebagai lembaga konsultatif, tetapi juga sebagai tim yang memiliki tanggung jawab dalam memastikan realisasi program yang efektif. Dengan adanya peraturan ini, setiap program yang dijalankan dapat dievaluasi dan disesuaikan agar lebih tepat sasaran.
Dalam upaya menyusun Pergub ini, Pemprov Bengkulu juga menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi kebijakan, serta perwakilan dari berbagai sektor pembangunan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pandangan yang lebih komprehensif dalam merancang regulasi yang dapat mendukung percepatan pembangunan.
“Kami ingin mendapatkan perspektif dari berbagai pihak agar Pergub ini tidak hanya menjadi regulasi administratif, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan dan memberi manfaat nyata,” Imbuh Hariyadi.
Selain itu, keterlibatan akademisi juga dianggap penting dalam menyusun landasan hukum yang kuat dan berbasis penelitian. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih adaptif terhadap dinamika pembangunan di Bengkulu. (*Rozi )










