Kota Pagar Alam||ISBCenter.com – Proses syuting untuk pembuatan film lokal berjudul “Dul Muluk dan Dul Malik” sudah dimulai di beberapa lokasi syuting yang direncanakan di Kota Pagaralam.
Bahkan Pj. Walikota Pagar Alam H.Lusapta Yudha Kurnia juga mengikuti proses syuting Film “Dul Muluk dan Dul Malik” di SMA Negeri 1 Pagaralam.
Dalam film tersebut, PJ.Walikota berperan sebagai Guru yang mengajar di SMA Negeri 1 Kota Pagaralam..
Pj.Walikota H Lusapta Yudha Kurnia sangat mendukung dan men-support film yang disutradarai oleh Aditya Gumay ini.
Film ini sangat didukung karena mengangkat budaya dan wisata daerah khususnya di Kota Pagaralam.
Proses pembuatan film ini sudah berlangsung beberapa hari ini dan cukup banyak mendapat perhatian warga Pagaralam.
Warga berharap film kali ini dapat benar-benar mengangkat budaya masyarakat Pagaralam pada khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya.
Sekira sepekan lalu Pj Walikota Pagar Alam H. Lusapta Yudha Kurnia menerima audiensi dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan beberapa aktor dan aktris senior asal Ibu Kota dipimpin aktor kawakan Anwar Fuady.
Kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan rencana pembuatan film dengan Kota Pagaralam sebagai salah satu latar atau lokasinya.
Ya, film itu untuk menjadikan Kota Pagaralam salah satu tempat syuting.
Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Kerja Walikota Pagaralam, itu membuat semangat para pelaku pariwisata dan terutama Pemetintah Kota Pagaralam.
Film tersebut berjudul “Dul Muluk dan Dul Malik” yang diproduseri oleh Anwar Fuady dan sang istri Wiwit Tatung,Sutradara terkenal Aditia Gumay didapuk menjadi sutradaranya.
Dalam cerita yang akan diangkat pada film tersebut Kota Pagaralam akan diceritakan menjadi tempat tinggal atau kampung asal Dul Muluk.
Menariknya, dalam rencana pemeran yang akan tampil, Pj Walikota Yudha akan menjadi salah satu pemeran dalam film ini.
“H Lusapta Yudha Kurnia akan berperan sebagai guru di SMA Negeri Kota Pagaralam.
Rencana pengambilan gambar atau syuting akan mengambil lokasi di beberapa tempat wisata yang ada di Kota Pagaralam,Beberapa tempat tersebut antara lain Green Paradise, Ghumah Baghi, dan beberapa tempat lainnya.
Film ini bertujuan yang tak lain untuk mempromosikan wisata Kota Pagaralam serta mengangkat potensi wisata Kota Pagaralam Ini tidak lain sebab Kota Pagaralam merupakan salah satu kota tujuan wisata utama di Provinsi Sumatera Selatan.
Sebelum ini KotaPagaralam telah beberapa kali menjadi lokasi syuting film yang ditayangkan di layar lebar juga di beberapa sinetron layar kaca.
Terakhir Juli 2022 lalu Kota Pagaralam akan menjadi lokasi syuting Film Koma, yang akan ditayangkan di layar lebar Film Koma ini menceritakan sebuah kisah horror di Tanah Besemah dan dibintangi beberapa bintang muda tanah air.
Para pemeran tersebut antara lain, Emiliano Fernando Cortizo, Robert Chaniago, Nadya Yasmien, Andi Viola, dan beberapa masyarakat Pagaralam juga akan terlibat sebagai pemeran di Film Koma tersebut.
Namun, sampai sekarang kejelasan kapan film tersebut akan tayang belum ada konfirmasinya.
Jadi, masyarakat Pagaralam harus bersabar menantikan jadwal tayangnya.
Sementara untuk film “Dul Muluk dan Dul Malik” ini dengan mainnya Pj Walikota sebagai salah seorang pemeran berarti dalam dua film berturut-turut orang nomor satu di Kota Pagaralam yakni Walikota dan Pj Walikota akan beradu akting dengan artis film nasional.
Walikota Pagaralam periode 2018-2023 Alpian Maskoni dalam film Koma berperan sebagai seorang offroader yang pencinta alam, sedangkan Pj Walikota sekarang H Lusapta Yudha Kurnia akan menjadi seorang guru SMA.
Salah seorang pelaku usaha pariwisata di Pagaralam yang lokasi miliknya yakni Green Paradise dipakai untuk lokasi syuting, Zamhari Hamka mengaku bangga tempatnya dipakai untuk syuting film nasional.
“Ia berharap hal ini dapat membuat pariwisata Pagaralam lebih terkenal lagi.
“Ke depan jika Kota Pagaralam terkenal siapa tahu aka nada film lain yang dibuat. Orang menjadi betah membuat film dengan berbagai tema di sini,” ucap dia.
Menarik ditunggu kelanjutan rencana syuting ini. Semoga saja ke depan film yang mengangkat kebudayaan dan kekayaan alam di Sumatera Selatan ini dapat diterima masyarakat luas, khususnya masyarakat Sumsel. (*Bm)










