PMI, Kebutuhan Darah Banyak, Stok Terbatas

Ilustrasi (Photo sumber PMI)

Bengkulu||ISBCenter.com – Jumlah kebutuhan darah untuk donor terus bertambah di Bengkulu. Sementara pasokan dan stok yang ada sangat terbatas. Aksi donor darah menjadi salah satu upaya memenuhi permintaan.

Menurut Ketua Umum PMI Provinsi Bengkulu, Asnawi Alamat, jumlah kebutuhan kantong darah Bengkulu adalah 1500-1800 per bulan. Sementara jumlah pendonor darah terbilang minim. Asnawi mengakui, kebutuhan kantong darah juga cenderung meningkat.

Bacaan Lainnya

Sementara Kepala Bidang UDD Klinik dan Rumah Sakit PMI Provinsi Bengkulu, Endarini, beberapa waktu lalu kepada RRI mengatakan,  kebutuhan darah ini belum bisa digantikan dengan yang lain selain darah manusia.

“Jadi karena kebutuhan darah kita kurang terus, kita bersyukur sekali dengan bakti sosial donor darah yang bisa menambah kantong darah yang kita butuhkan. Sehingga memenuhi kebutuhan darah untuk rumah sakit-rumah sakit yang ada yang kebutuhannya setiap hari sangat signifikan,” papar Endarini.

Di sisi lain Endarini mengakui usia pendonor yang masih muda seperti kalangan mahasiswa merupakan sumber pendonor yang bagus. Sebab biasanya, kata dia, darah di usia mahasiswa itu belum banyak yang rusak.

“Syarat pendonor itu sendiri antara lain usianya tidak boleh kurang dari 17 tahun dan tidak lebih dari 65 tahun, kondisi sehat tekanan darah normal. Sebelum donor harus cukup istirahat. Tidak boleh yang kurang tidur,” jelas Endarini.

Endarini mengapresiasi kalangan mahasiswa yang menjadi pendonor. Endarini menilai partisipasi mahasiswa atau kalangan muda milenial menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan kepedulian kepada sesama.

“Kepada kaula muda jangan ragu-ragu untuk donor darah. Karena selain menjadi sehat, kita juga bisa membantu sesama,” tandas Endarini.

Bendahara Umum PMI Kota Bengkulu Iryanka Aditya mengatakan stok darah yang ada di PMI Kota Bengkulu saat ini mencapai 1200 kantong. Jumlah itu masih tergolong terbatas.

“Sebab jumlah pendonor lebih sedikit dibandingkan dengan penerima. Apalagi pendonor tetap. Warga Bengkulu belum antusias menjadi pendonor, masih banyak jadi penerima saja,” katanya.

Padahal, lanjut Iryanka, jika keluarga penerima darah juga mau mendonorkan darahnya maka persediaan kantong darah bisa dijaga. “Misalnya, yang menerima darah A, lalu keluarganya mendonorkan darah B. Jadi kapan ada yang perlu darah B, stok ada,” jelas Iryanka.

Iryanka mengatakan, stok darah yang selalu dibutuhkan di Bengkulu sendiri terutama adalah bagi anak-anak penderita talasemia yang transfusi darah setiap bulan.

“Jumlahnya ada 130 anak dan banyak butuh golongan darah A,” kata Iryanka.

Menurut Iryanka, selama ini stok darah banyak disumbangkan oleh pendonor dari instansi pemerintah seperti TNI dan Polri. Termasuk lembaga vertikal yang ada di Bengkulu. “Iya, kita banyak dibantu dari Polda, Polres, Korem, Kodim dan Lanal. Termasuk kolega kita di Kanwil Kemenkumham,” sebut Iryanka.  Dengan berbagai terobosan, lanjut Iryanka, pendonor darah kini juga berasal dari lembaga perbankan dan swasta hingga organisasi keagamaan..(*da)

Pos terkait