Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi terkait misi kemanusiaan yang diemban Palang Merah Indonesia atau PMI. Kerja sama dan sinergisitas PMI dan insan pers diperlukan agar misi kemanusiaan itu berjalan dengan lebih baik, terutama di Kota Bengkulu.
Hal itu dipaparkan Ketua PMI Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dalam sambutannya di acara bertajuk “Coffe Morning PMI Kota Bengkulu Bersama Insan Pers Kota Bengkulu” digelar di Sinar Sport Hotel pada Jumat (16/08/2024) pagi, dengan tema “Wujudkan Kerja Sama yang Baik dalam Mendukung Misi Kemanusiaan”.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen pers dari berbagai media di Kota Bengkulu. Turut hadir dalam acara ini para pengurus PMI Kota Bengkulu, relawan, serta sejumlah tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.
Dedy Wahyudi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para insan pers dalam acara tersebut. Menurutnya, peran media sangat vital dalam membantu PMI menyebarluaskan informasi terkait kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI.
Dedy Wahyudi juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama yang solid antara PMI dan media untuk mencapai tujuan bersama dalam mendukung misi kemanusiaan di Kota Bengkulu.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas. Kerja sama yang baik antara PMI dan insan pers sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan dapat diketahui oleh masyarakat, sehingga mereka dapat turut serta mendukung atau memanfaatkan layanan yang kami berikan,” ujar Dedy Wahyudi.
Lebih lanjut, Dedy menjelaskan beberapa program prioritas yang saat ini tengah dijalankan oleh PMI Kota Bengkulu. Di antaranya adalah program donor darah, penanganan bencana, serta kampanye hidup sehat dan bersih.
“Program-program ini kami rancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan selalu menjadi fokus utama kami untuk memastikan kesejahteraan dan keselamatan warga Kota Bengkulu,” tambahnya.
Bendaraha PMI Kota Bengkulu Iryanka Aditya menambahkan, salah satu tantangan di Kota Bengkulu dalam aksi donor darah adalah masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Iryanka menyebut angka persentasenya baru 70 persen.
“Padahal kebutuhan darah tinggi, terutama untuk mereka yang menderita penyakit kanker dan telesemania. Seminggu tiga kali membutuhkan darah. Bengkulu sendiri setiap bulannya membutuhkan darah 1200 kantong darah, tapi yang tersedia 800-1000 kantong darah , dan kurang 400 kantong darah,” kata Iryanka.
Iryanka Aditya menandaskan, untuk memenuhi kebutuhan darah tersebut, PMI Kota melakukan jemput darah ke Polda dan institusi lainnya. Termasuk menggiatkan aksi donor darah di berbagai even dan kesempatan.
Acara Coffe Morning ini ditutup dengan sesi diskusi antara pengurus PMI dan insan pers yang hadir. Dalam sesi ini, para jurnalis memberikan masukan serta saran terkait bagaimana PMI dapat lebih efektif dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Beberapa perwakilan media juga menyampaikan apresiasi atas keterbukaan PMI dalam bekerja sama dan berharap agar sinergi ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.(*HS )










