Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Diperkirakan hingga 18 April

Suasana Arus Balik

Bengkulu||ISBCenter.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Bambang Agus Supra Budi, mengungkapkan bahwa arus lalu lintas balik mudik menjelang Idul Fitri 1445 Hijriah sudah mulai berlangsung sejak H+3, atau pada tanggal 13 April 2024. Fenomena ini diprediksi terutama terjadi pada pemudik yang akan kembali ke daerah asalnya di Pulau Jawa, sehingga terjadi pergeseran hari libur yang seharusnya dimulai pada Selasa, 16 April, dengan puncaknya diperkirakan berlangsung hingga Kamis, 18 April.

Bambang menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh arus lalu lintas yang menuju ke luar daerah dari provinsi Bengkulu ke daerah asal. Diperkirakan, arus ini akan mencapai puncaknya di Pelabuhan Bakauheni pada malam Senin dan Selasa.

Meskipun demikian, Bambang mencatat bahwa arus lalu lintas cenderung lancar terutama bagi pemudik yang akan melalui Lintas Barat Sumatera, seperti rute Bengkulu – Sumatera Barat dan Bengkulu – Lampung. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemudik yang melintasi Jalan Lintas Perbukitan Bengkulu – Sumatera Selatan perlu waspada karena meningkatnya arus lalu lintas wisatawan serta kondisi jalan yang sempit dan rawan longsor.

Selain itu, kemacetan mungkin terjadi di sekitar perlintasan objek wisata di beberapa daerah seperti Kabupaten Kepahiang – Rejang Lebong, dan Bengkulu Utara – Mukomuko, terutama pada pagi dan sore hari. Oleh karena itu, para pemudik disarankan untuk memanfaatkan waktu perjalanan pada pagi dan siang hari.

 

Bambang juga menambahkan bahwa arus mudik lebaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan sekitar tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada situasi balik, trafik kendaraan yang melintas juga dapat mencapai 30 persen. Kendaraan yang terpantau didominasi oleh pemudik dari berbagai daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

Terakhir, Bambang mengimbau agar para pemudik tetap waspada terutama saat hujan, terutama bagi mereka yang melintasi jalur Bengkulu Rejang-Lebong dan Bengkulu Lebong yang memiliki beberapa titik longsor. Demikian pula bagi mereka yang melintasi Jalan Lintas Barat Sumatera yang telah diidentifikasi memiliki belasan titik longsor terdampak abrasi.(*Rozi )

Pos terkait