Blitar||ISBCenter.com – Bupati dan Wakil Bupati Blitar bersama Gus Muhammad Iqdam didampingi Kapolres Blitar dan Komandan Kodim 0808/Blitar menghadiri Puncak Hari Jadi Blitar ke-701 Tahun dan HUT Republik Indonesia ke-80, bertempat di Aloon Aloon Kanigoro kabupaten Blitar, Jum’at (22/8/25)malam.
Kegiatan ini diisi dengan Tausiyah Akbar Majelis dakwah Sabilul Taubah Gus Muhammad Iqdam dan konser musik dari artis lokal, ribuan masyarakat memadati Aloon Aloon Kanigoro antusias mengikuti Tausiyah Gus Iqdam.
Gus Iqdam dalam ceramahnya mengatakan, Semoga dengan adanya kegiatan peringatan Hari Jadi Blitar ke-701 dan HUT RI ke-80 ini bisa berdampak baik khususnya kerukunan dan semoga Blitar menjadi contoh kabupaten lainnya khususnya kemakmuran.
“Agama adalah pondasi dan pemimpin adalah penjaganya, ketika agama sebagai pondasi tidak terjaga dengan baik pasti sesuatu akan runtuh dan hilang maka ulama dan umaro’ harus bersinergi dengan baik supaya kemakmuran tidak hilang ,” jelas Gus Iqdam.
Gus Iqdam juga berpesan kepada masyarakat kabupaten Blitar Supaya pondasinya tetap terjaga dengan baik, ia juga berharap sebagai masyarakat jangan mudah di adu domba serta termakan isu di medsos yang menjerumuskan dan belum tentu kebenaranya.
“Supaya Blitar tidak rusak adat dan akhlaknya supaya kemakmuran dan kemerdekaan ini sampai akhir zaman,”pesannya dalam dakwah.
Ditempat yang sama, Bupati Blitar Drs. Rijanto menambahkan, perlu diketahui acara pada hari ini bukan dana dari APBD melainkan keseluruhan dari sponsor, Bupati Blitar juga menyampaikan terima kasih banyak untuk seluruh sponsor semua yang membantu kegiatan hari ini dengan bagus.
Bupati Blitar juga mohon doa restu kepada Gus Iqdam agar ia dan Wakil Bupati bisa terus seiring sejalan, mendapat dukungan seluruh masyarakat, mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat termasuk DPRD forkopimda para Kyai para ulama.
“Untuk bergerak bersama-sama memajukan Blitar yang kita cintai menjadi Blitar yang berdaya dan berjaya, menjadi masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,”pungkasnya. (*Ema)










