Rancangan Anggaran Jalan Penghubung Bengkulu – Jambi Tahun 2021 Siap

Rancangan Anggaran Jalan Penghubung Bengkulu - Jambi Tahun 2021 Siap

Bengkulu||ISBCenter.com – Provinsi Bengkulu dan provinsi Jambi sedang berupaya membuka akses jalan baru yang menghubungkan antara Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dengan Kabupaten Kerinci, Jambi dengan jarak kurang lebih sekitar 40 Km dan Kabupaten Lebong, Bengkulu dengan Kabupaten Merangin, Jambi dengan jarak kurang lebih 35 Km.

Rencana ini, merupakan pembahasan dalam rapat koordinasi Gubernur Jambi dengan Gubernur Bengkulu tentang penguatan konektivitas antar wilayah serta menandatangani pernyataaan bersama untuk meningkatan konektivitas Jambi-Bengkulu, di VIP Room Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (23/6) sore.

Bacaan Lainnya

Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan, pertemuan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan bersama para Gubernur se-Sumatera yang telah ditandatangani dalam bentuk Piagam Memorandum of Raflesia tahun 2019 dan sebagai Langkah lanjutan dari hasil pertemuan Gubernur se-Sumatera dengan Bappenas pada Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021 antara Bappenas dengan para Gubernur se-Sumatera tanggal 4 Maret 2020.

Fachrori Umar mengatakan, Kedua provinsi harus dapat saling mendukung dan bersinergi, agar bisa sama-sama berkembang maju dalam berbagai hal, terutama dalam konteks kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi Jambi dan Bengkulu, selain berbatasan langsung, juga memiliki kedekatan sosial, budaya dan kultural.

Selain itu, Gubernur Jambi menyambut baik dan mengapresiasi usulan dari Bengkulu untuk menginisiasi rencana kerjasama ini. Untuk itu, kiranya kedua belah pihak agar dapat segera menyiapkan langkah-langkah dan kajian menyeluruh sesuai pedoman peraturan perundang-undangan yang berlaku
, agar pelaksanaannya nanti akan berjalan lancar.


Dilain sisi, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, bahwa pihaknya sudah sangat siap dengan dokumen perencanaan usulan pembukaan jalan tersebut, bahkan sudah memplot anggarannya untuk tahun 2021. Selain itu dirinya merencanakan untuk melakukan kerjasama dengan Pangdam II/Sriwijaya untuk membuka jalan baru. Salah satu poin penting Memorandum of Raflesia adalah membuat konektivitas antar provinsi di Sumatera itu betul-betul terhubung.

“Kemudian kita membuat sebuah kawasan ekonomi baru di Kawasan Barat, karena memang beberapa pelabuhan besar itu ada di Samudera Hindia, di samping untuk pengamanan wilayah terkait dengan Kawasan Barat Sumatera itu adalah zona merah untuk kejadian bencana alam gempa maupun tsunami,” jelasnya.

Lanjut Gubernur Bengkulu mengatakan, Maka konektivitas Bengkulu dan Jambi, akan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, untuk bisa direalisasikan secara bersama-sama.

“Kedua poros ini tidak saja mempersingkat rentang kendali transportasi maupun mobilitas orang yang menghubungkan kedua kabupaten, tetapi lebih pada pengamanan masyarakat jalur evakuasi. Namun, karena berada di kawasan Taman Nasional maka kesepakatan yang terbentuk dan kesesuaian dengan tata ruang wilayah Sumatera,” jelasnya.

Tentu nantinya akan ada pembahasan secara teknis dengan Balai Konservasi untuk wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat maupun lanjutan Taman Nasional Bukit Barisan, dengan kementerian teknis terkait…(**Ccp)

Pos terkait