Bengkulu||ISBCenter.com – Kabid Keswan (Kesehatan Hewan) dan Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Veteriner Dinas Keswan Provinsi Bengkulu, Indah Permatasari, mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2024 terjadi 259 kasus penyakit Jembrana yang menyerang ternak sapi bali di wilayah Bengkulu. Dari total tersebut, disayangkan bahwa 4 ekor ternak dilaporkan meninggal akibat penyakit tersebut.
“Penyebaran penyakit jembrana terbanyak di Kabupaten Bengkulu Selatan 203 kasus, Kabupaten Mukomuko 50 kasus, Kota Bengkulu 4 kasus, dan Kabupaten Seluma 2 kasus,” kata Indah, Sabtu (16/3/24).
Menurut Indah Permatasari, wilayah Bengkulu memiliki populasi ternak sapi Bali yang cukup besar, mencapai 125.750 ekor yang tersebar di Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Rejang Lebong. Meningkatnya jumlah kasus Jembrana menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang bisa ditimbulkan terhadap industri peternakan sapi di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Indah menjelaskan bahwa penyakit Jembrana merupakan penyakit yang tidak dapat diobati, namun dapat dicegah melalui vaksinasi. Oleh karena itu, pihaknya tengah mengusulkan program vaksinasi dengan anggaran APBD sebanyak 3500 dosis.
“Saat ini sedang diusulkan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit dan melindungi populasi ternak sapi Bali di Bengkulu,” jelasnya.
Pemerintah daerah Bengkulu, bersama dengan Dinas Keswan Provinsi Bengkulu, terus berupaya keras untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, diharapkan dapat meminimalkan kerugian yang ditimbulkan akibat penyakit Jembrana pada sektor peternakan sapi di wilayah Bengkulu.(*Rozi )










