Resmikan Jambore Literasi, Ini Kata Gubernur Bengkulu

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah (tengah) didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu,

Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengapresiasi kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu yang membangun jejaring perpustakaan di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Perpustakaan Desa, Perpustakaan Sekolah, maupun di lokasi rumah ibadah serta Perpustakaan Perguruan Tinggi, dinilai sebagai langkah yang positif yang tidak hanya sebatas mengumpulkan atau mengoleksi buku namun juga dalam meningkatkan peran-peran pemberdayaan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Rohidin saat meresmikan Jambore Literasi yang dilaksanakan kemarin dengan melibatkan jajaran pegiat literasi di Provinsi Bengkulu.

Inovasi dan kreatifitas yang dilakukan, seperti studio podcast literasi serta Café Literasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui obrolan seputar literasi serta bahan bacaan yang disediakan, dikatakan Gubernur sebagai upaya untuk menjawab minat dan ketertarikan masyarakat terhadap sumber informasi, dengan kebaharuan media yang semakin berkembang.

“Sekarang saya melihat, media untuk meningkatkan minat baca masyarakat ini kan cepat sekali berubah. Di medos sekarang koten-konten sekarang sudah banyak berubah, dulu kita familiar sekali dengan facebook, dengan instagram. Sekarang sudah mulai ditinggalkan, orang mulai lari ke tik tok. Saya lihat setiap hari orang membuat konten,” jelas Rohidin tentang perubahan pola masyarakat mendapatkan pembaharuan informasi yang dibutuhkan.

Dengan kondisi ini dikatakan Rohidin, perlu dilakukan penyesuaian sesuai perkembangan sosial kemasyarakatan yang terjadi.

“Podcast sudah menjadi pusat pemberitaan. Orang mungkin sekarang orang sudah mulai bosan nonton tv yang lama, kemudian misalnya membaca koran yang konvensional, namun dengan podcast dengan isu-isu yang menarik, isu up to date dan dengan pewawancara yang handal, topik kekinian menjadi lebih menarik,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi Jantan menyampaikan Jambore Literasi yang dilakukan bertujuan untuk menumbuhkembangkan literasi generasi muda dan masyarakat di era dunia digital melalui bacaan dan buku yang tersedia di seluruh perpustakaan.

Disamping itu juga untukmenumbuhkembangkan budaya literasi baik di lingkungan keluarga, satuan pendidikan, maupun masyarakat melalui figure literasi, role model dalam membentuk generasi yang berani, berkarya, kritis dan inovatif.

“Langkah ini diharapkan dapat  menjadikan generasi muda yang kreatif dan inovatoif menuju Indonesia emas 2045 melalui berbagai kreatifitas yang dapat menciptakan peluang kerja dan membuka usaha sendiri, ataupun bekerja di bidang kreatif seperti desain grafis, digitalisasi dan pengembangan aplikas,” ungkap Meri Sasdi. (*Rozi)

Pos terkait