Bengkulu||ISBCenter.com – Persekutuan Doa Retret Merah Putih Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani Provinsi Bengkulu kembali menjadi momentum untuk memperkuat iman, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026 ini berlangsung di Aula Bapelkes Provinsi Bengkulu, Jalan Cimanuk, Kota Bengkulu, dan dihadiri oleh 38 ASN Kristiani.

Mengangkat tema “Hidup Diatur oleh Hukum Allah dan Hukum Negara” berdasarkan 1 Petrus 2:13, ibadah ini mengajak setiap ASN Kristiani untuk memahami pentingnya hidup dalam ketaatan kepada pemerintah serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan pelaksanaan tugas pelayanan publik.
“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi.”
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. dr. Waharman Kiasib, M.Th. Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa ASN Kristiani memiliki tantangan sekaligus tanggung jawab untuk tampil sebagai orang percaya yang tunduk kepada pemerintah, taat terhadap hukum negara, serta tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.
Ketaatan bukan sekadar kewajiban administratif atau tuntutan pekerjaan, melainkan juga wujud nyata dari iman yang hidup. ASN Kristiani dipanggil untuk menghadirkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kasih melalui sikap serta tindakan sehari-hari.
“Karena itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.”
Melalui prinsip ini, setiap ASN Kristiani diingatkan untuk bekerja dengan hati nurani yang bersih, menghormati aturan yang berlaku, dan menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab.
Dalam pemberitaannya, Pdt. dr. Waharman Kiasib juga mengingatkan pentingnya memahami hubungan antara iman dan perbuatan baik. Orang percaya tidak melakukan kebaikan untuk memperoleh keselamatan, tetapi melakukan kebaikan sebagai buah dari keselamatan yang telah diterima melalui iman kepada Yesus Kristus.
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.”
Bagi ASN Kristiani, kebenaran ini menjadi dorongan untuk bekerja bukan hanya demi memenuhi kewajiban, mendapatkan penghargaan, atau mengejar jabatan, melainkan juga untuk menghadirkan kebaikan bagi masyarakat melalui tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan.
Pembahasan selanjutnya menyoroti bagaimana ASN Kristiani menempatkan diri di tengah tuntutan hukum negara dan ketaatan kepada hukum Allah. Nilai-nilai Alkitab tentang kejujuran, keadilan, kasih, dan tanggung jawab harus tercermin dalam pelaksanaan tugas.
“Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”
Prinsip tersebut menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab sebagai warga negara. Sebaliknya, ASN Kristiani perlu menjalankan hukum negara dengan integritas, sembari tetap memegang teguh iman.
Menutup pemberitaan firman Tuhan, Pdt. dr. Waharman Kiasib mengingatkan seluruh peserta agar melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Ayat ini memberikan perspektif bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh bukan semata karena pengawasan atasan, melainkan karena kesadaran bahwa setiap tugas dapat menjadi bentuk pengabdian kepada Tuhan dan pelayanan kepada sesama.
Rangkaian ibadah dipimpin oleh Ibu dr. Natasia Sipayung sebagai liturgos, sedangkan doa dipimpin oleh Ps. Yusak Wamin, S.Th. Kehadiran 38 ASN Kristiani dalam persekutuan ini menjadi kesempatan untuk memperteguh iman dan mempererat kebersamaan.
Sebagai penutup, pesan utama dari persekutuan ini adalah bahwa ASN Kristiani dipanggil bukan hanya menjadi orang yang percaya kepada Kristus, tetapi juga menjadi pribadi yang memperlihatkan buah imannya melalui integritas, ketaatan, dan pelayanan.
Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu..(ys)










