Bengkulu||ISBCenter.com – Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Provinsi Bengkulu yang dipusatkan di Masjid Raya Baitul Izzah, Rabu (27/5/2026), berlangsung khidmat. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan umat Islam mulai memadati pelataran dan ruang utama masjid. Gema takbir berkumandang menambah kekhusyukan ibadah.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian hadir bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai penjuru Kota Bengkulu. Bertindak sebagai imam dan khatib, rangkaian salat Id berjalan tertib dengan pengamanan dari TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP.
Dalam sambutannya, Mian mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi demi kesejahteraan masyarakat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan persatuan yang harus terus dijaga.
Lebih lanjut, Wagub mengajak umat Islam untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, baik melalui ibadah kurban maupun kepedulian nyata kepada sesama.
Ia juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan jumlah hewan kurban di Bengkulu tahun ini. Menurutnya, kenaikan tersebut sejalan dengan program Bantu Rakyat yang diinisiasi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Helmi-Mian.
“Iduladha Tahun ini adalah momentum perkuat keimanan dan kepedulian,” jelas Mian
Ketua PHBI Provinsi Bengkulu Safudin merinci, total hewan kurban 2026 mencapai 12.199 ekor, terdiri dari 267 kerbau, 7.760 sapi, dan 4.172 kambing. Jumlah ini naik 299 ekor atau sekitar 2,5 persen dibandingkan 2025 yang tercatat 11.900 ekor.
Distribusi hewan kurban melibatkan berbagai instansi. Pemprov Bengkulu menyalurkan 49 ekor sapi ke kabupaten/kota, Kanwil Kemenag Bengkulu menyalurkan 14 ekor sapi, sementara Masjid Raya Baitul Izzah menerima dan menyembelih 8 ekor sapi. Hewan kurban lainnya tersebar di masjid, musala, pondok pesantren, dan lembaga sosial se-Provinsi Bengkulu.
Panitia kurban memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan standar higienis. Daging kurban diprioritaskan untuk warga kurang mampu, panti asuhan, serta masyarakat di wilayah yang minim partisipasi kurban mandiri.
Iduladha tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Kurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Tema tersebut, kata Mian, menjadi pengingat bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga ekologis dan sosial: menjaga lingkungan, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat solidaritas.
“Bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga ekologis dan sosial: menjaga lingkungan, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat solidaritas,” ujar Mian
Usai salat, Wagub Mian menyempatkan diri menyapa jemaah dan meninjau lokasi penyembelihan di area Masjid Baitul Izzah. Ia berharap semangat Iduladha mampu mendorong kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun Bengkulu yang lebih sejahtera dan rukun.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan daerah serta kelancaran distribusi kurban hingga hari tasyrik.










