Rohidin Mersyah, Harga Sawit Bengkulu Turun Akibat Kebijakan Harga Internasional

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

Bengkulu||ISBCenter.com – Beberapa waktu terakhir harga tandan buah segar (TBS) sawit di wilayah Bengkulu mengalami penurunan yang signifikan yang juga berdampak serius bagi para petani sawit.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan terjadinya penurunan harga kelapa sawit di wilayah ini dipengaruhi oleh harga pasar internasional terhadap komoditas itu yang juga turun.

Bacaan Lainnya

“Penurunan ini diakibatkan harga pasar global yang harganya selalu berfluktuatif dan trennya sedang turun. Mudah-mudahan segera berubah,” ungkapnya.

Dalam persoalan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu selalu berkoordinasi dengan para kepala daerah dan Menko Perekonomian untuk mencari jalan keluar yang baik.

“Saya juga pernah menyampaikan penolakan terhadap kebijakan eropa yang melarang ekspor sawit dari kawasan tertentu, ini memang sangat menganggu. Isu global itu memang sangat berpengaruh secara massif terhadap harga komoditas,” tambahnya sembari berharap situasi penurunan harga ini tidak terlalu lama dan harga jual sawit di tingkat petani kembali membaik.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi terbaru dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, per Senin (19/6) lalu harga Tandan Buah Segar (TBS) sesuai dari hasil rapat ketetapan harga yang dilakukan Dinas DTPHP Provinsi Bengkulu bersama Pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan pihak terkait lainnya untuk harga sawit ditetapkan berada dihargai Rp1.718,83/Kg.

Sementara itu, setiap pabrik bisa membeli TBS dengan toleransi harga perpatokan dengan harga terendah Rp 1.470,91/Kg. Sedangkan untuk harga tertinggi sebesar Rp 1.996,36 /Kg..(*Rozi)

Pos terkait