Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Ir. Susmanto, M.M. menghadiri kegiatan Capacity Building Pengisian Evaluasi Kinerja (championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026 di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (13/04/25).

Mengusung tema “Penguatan Laporan TP2DD Menuju Bengkulu yang Semakin Digital”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan transformasi digital di daerah, khususnya dalam tata kelola keuangan dan pelayanan publik.
Turut hadir dalam kegiatan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, DR. Herwan Antoni, Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswayudi, Kepala Bapenda se-Provinsi Bengkulu, Kepala BKD/BPKAD Se-Provinsi Bengkulu, serta sejumlah pejabat daerah, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, dan unsur perbankan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa TP2DD merupakan forum strategis dalam memperkuat sinergi guna menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan.
Dalam paparannya, Sekretaris Daerah Provinsi mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, pengguna QRIS di Bengkulu telah mencapai 281.097 atau tumbuh 12,4 persen secara tahunan, dengan volume transaksi sebesar 243.888 atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi non-tunai.
Sementara itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong implementasi digitalisasi, meskipun masih menghadapi tantangan, terutama dalam kesiapan sumber daya manusia dan perubahan kebiasaan dari sistem manual ke digital. Saat ini, Bengkulu berada di peringkat ke-9 dari 10 provinsi di Sumatera dalam penilaian TP2DD.
Pemerintah juga terus mendorong optimalisasi transaksi non-tunai dalam seluruh aktivitas keuangan daerah, serta memanfaatkan digitalisasi sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh daerah semakin solid dalam meningkatkan kapasitas, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel..(*1dn)










