Pekanbaru||ISBCenter.com – Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Pekanbaru mengadakan sosialisasi penguatan pembaruan kebangsaan dalam menjawab dan mensukseskan Pilkada serentak tahun 2024 yang dihadiri oleh Pemerintah Kota, Kesbangpol Kota, KPU Kota Pekanbaru, Danramil Bukit Raya, Kasat Binmas, Polresta Pekanbaru, serta 34 tokoh suku etnis dan paguyuban yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang tamu undangan. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2024 bertempat di Alpha hotel Pekanbaru.

Kegiatan dimulai dengan kata sambutan dari ketua FPK kota Pekanbaru bapak H. Suraji Ali, SH yang menyampaikan pentingnya pembaruan kebangsaan sebagai pondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman etnis dan budaya yang ada di kota Pekanbaru. FPK berfungsi sebagai penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk, FPK berperan aktif dalam mengawal dan mengawasi berbagai dinamika sosial yang terjadi termasuk proses politik seperti pemilu dan memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan yang adil dan inklusif.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Sekretaris Daerah kota Pekanbaru bapak Indra Pomi Nasution, ST., M.Si menyampaikan pilihlah pemimpin yang sesuai dengan keyakinan dan hati nurani masing-masing. Namun perlu menjadi perhatian bahwa seorang pemimpin daerah harus memiliki visi yang jelas. Dengan visi yang jelas pemimpin dapat merumuskan kebijakan dan program yang terarah serta memotivasi masyarakat untuk bergerak menuju tujuan bersama. Lebih jauh lagi seorang pemimpin juga harus memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan daerah.
Aspek terakhir yang ditekankan oleh bapak Indra Pomi adalah pentingnya fokus pada pembangunan Daerah ini berarti bahwa setiap kebijakan keputusan dan program yang di laksanakan harus diarahkan untuk meningkatkan kegiatan masyarakat dan memajukan daerah secara menyeluruh
Selanjutnya Ketua KPU yang diwakili oleh kadib hukum dan pengawasan KPU kota kota Pekanbaru bapak Ariya Ghuna Saputra, SH juga menyampaikan bahwa pembaharuan kebangsaan tidak hanya terjadi dalam konteks sosial tetapi juga dalam proses politik di mana setiap warga negara diberi hak yang sama untuk memilih dan dipilih hal ini menurutnya merupakan cerminan nyata dan semangat persatuan dan keberagaman menjadi ciri khas bangsa Indonesia beliau juga mengajak seluruh tokoh suku etnis dan paguyuban yang hadir untuk terus mengedukasi masyarakat di lingkungan mereka tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu dan jangan golput
Hal senada juga disampaikan Dr. Sulaiman Zuhdi, S.Sos., M.Si yang mewakili PKS Tabas Kota yang juga merupakan dosen Unilak mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat penting untuk memperkuat rasa persaudaraan antar warga dan mencegah potensi konflik yang bisa timbul akibat perbedaan etnis, budaya, dan agama, terutama di tahun politik seperti ini, tambahnya. (*AY)










