Sukses Yang Tuhan Kehendaki,Renungan Awal Tahun 2024

Pdt. Yusak, S. Th

Bengkulu||ISBCenter.com-Saya menganut cara pandang keseimbangan. Sisi lain ada orang yang ekstrim kanan, yang mempercayai kesuksesan hanya karena kerja keras sementara yang lain ekstrim kiri yang percaya suskes karena mengandalkan Tuhan tanpa upaya kerja keras.

Dasar keseimbangan yang kita bisa ambil adalah dari kebenaran firman Tuhan yang terambil dalam Mazmur 127:2

“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.”

Kerja keras bagi sebagian orang bisa dimulai dari tahap bangun pagi-pagi, hingga larut malam. Jika kita sudah susah payah kerja, namun akhirnya menjadi sia-sia. Apalah arti semuanya ini? Yang pada akhirnya, Tuhan katakan bahwa Ia, memberikannya kepada orang yang dicintaiNya pada waktu tidur.

Ini artinya Tuhan mau kita sukses secara utuh, sukses di dunia ini tapi lebih khusus lagi sukses secara rohani. Karena bagi orang yang dikasihiNya dikatakan Tuhan memberkatinya pada waktu tidur. Tuhan memberkati setelah selesai orang selesai melakukan pekerjaannya. Inilah yang harus menjadi prinsip dan cara pandang orang percaya.
Kerja keras harus, tetapi tetap menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Bagaimana kerasnya kerja yang kita perlukan itu? Menurut Amsal 2:4,

“..jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,… “

Kita harus mencarinya seperti mencari perak, dan harta teependam. Kita dalam menginginkannya harus jauh melebihi saat kita kekayaan dunia ini. Mencari perak, orang harus berupaya keras mencarinya. Seperti orang-orang yang menggali-gali di tambang-tambang, dengan menghadapi tantangan dan bahaya besar, dengan ketekunan tanpa kenal lelah dan keteguhan serta ketetapan hati yang tak terkalahkan dalam upaya mencari hasil tambang itu. Atau juga seperti orang-orang yang sedang ingin kaya sehingga bangun pagi-pagi dan pergi tidur larut malam, melakukan apa saja guna memperoleh uang dan mengumpulkan harta.

Perbandingan kita kerja keras dalam rangkah mencari kekayaan di dunia ini dan dengan mencari hikmat Tuhan harus serajin itulah. Kerasnya kerja denga kerasnya mengandalkan Tuhan begitu penting menurut ajaran Alkitab. Jangan berharap kayak dengan bermalas-malasan, jangan pula mengharap kerohanian kita bertumbuh tanpa memiliki upaya keras terhadap diri sendiri. Kita harus keras terhadap diri sendiri dalam rangkah suskes seutuhnya.

Ada beberapa fakta yang bisa menjadi alasan mengapa penting untuk bekerja keras di era modern seperti sekarang ini.

1. Persaingan Yang Semakin Ketat.
Di era sekarang, setiap usaha kerja, jika tidak berupaya mengupdate dan meng-upgrade akan tertinggal dan bahkan kolep.

2. Perubahan Yang Terlalu Cepat.
Perubahan teknologi dan pasar yang cepat juga membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat. Seseorang perlu mampu belajar dan berkembang dengan cepat agar tetap relevan dalam pekerjaan mereka.

3. Keterbatasan Waktu.
Kita sekarang ini, susah mengatur waktu. Waktu menjadi sumber daya yang berharga, dan karenanya seseorang perlu bekerja keras untuk memanfaatkannya waktu dengan sebaik mungkin.

4. Kerja Keras Akan secara Otomatis Akan Meningkatkan Kualitas Hidup.
Kerja keras akan membuahkan hasil, akan menyebabkan meningkatnya dalam hal keuangan, profesional, atau pribadi. Kemampuan untuk bekerja keras juga dapat membantu seseorang mencapai keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup.

5. Kerja Keras Juga Akan Berpengaruh Pada Kesehatan Mental dan Fisik.
Bukan rahasia kahi, bahwa bekerja keras dapat memberikan manfaat kesehatan mental dan fisik. Seperti mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat.
Ketika seseorang merasa produktif dan merasa bahwa mereka membuat kemajuan dalam hidup mereka, ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebahagiaan.

Nah memahami berapa besar manfaat kerja keras, tidak boleh mengabaikan pentingnya spiritualitas. Di atas saya sudah sebutkan, semangat kerja keras bagi orang percaya harus diimbangi dengan semangat peningkatan spiritualitas diri.

Bahkan firman Tuhan memberikan kita rambu-rambu dalam melakukan apapun dalam rangkah sukses itu. Kolose 3:23,

“..Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Ini berarti bahwa orang percaya agar tetap miliki hati yang benar, cara pandang yang benar, nilai-nilai yang benar dalam upayanya mencapai suskes secara seutuhnya. Jika kita memiliki sikap melakukan segala pekerjaan kita seperti melakukannya untuk Tuhan, maka kita tidak akan bermain-main.

Saya percaya, Tuhan tidak melarang kita kaya dan berhasil. Namun di dalam Alkitab, tercatat dalam Matius 25:15
“…yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya,… “

Tidak semua orang harus berhasil dan mencapai titik tertentu dalam hidupnya menurut pikirannya sendiri. Maka terjadilah yang seorang mencapai titik 50, yang seorang titik 75 sementara yang lain lagi mencapai titik 100 dll. Karena itu, jangan membandingkan dirimu sendiri dengan ukuran orang lain. Jangan kecewa ketika engkau gagal, jangan kecil hati dengan ukuran talenta yang engkau terima berbeda dengan orang lain. Tapi juga juga jangan lalai, karena engkau dipercayakan tanggungjawab yang lebih besar.

Panggilan Tuhan terhadap orang percaya memiliki kesamaan yaitu menjadi berkat bagi sesama. Tentu hal itu terlepas dari perbedaan tingkat yang Tuhan percayakan. Menyadari prinsip itu, itulah awal kita melangkah di tahun 2024.

Selamat menjalan tahun 2024. Tuhan memberkati saudara sekalian. Amin!
Penulis : Pdt. Yusak, S. Th
Penatua GKKD Bengkulu

Pos terkait