Bengkulu || ISBCenter.com- Kebahagiaan warga Palestina, tepatnya Daerah Bukhari dan Abu Hanifah, Jabalia begitu terpancar. Sebab, sumur yang dibangun oleh team Global Wakaf @globalwakaf ACT @actforhumanity telah usai.

Daerah dengan jumlah KK 1.100 atau 7.700 jiwa ini, 85% diantaranya berasal dari keluarga prasejahtera. Blokade yang telah berlangsung selama belasan tahun menciptakan krisis akumulatif yang berdampak kepada segala aspek kehidupan masyarakat Palestina, termasuk Air yang terkontaminasi.
Daerah Bukhari dan Abu Hanifah, Jabalia. Merupakan daerah yang mengalami krisis air terparah di Palestina. Sebab daerah yang letaknya di wilayah perbatasan ini, menyebabkan kerap menjadi lokasi serangan agresi militer zionis Israel. Selain itu kondisi sosial ekonomi yang rendah, membuat masyarakat di wilayah ini belum mampu membangun sumber air bersih. Mengingat mayoritas masyarakat di wilayah tersebut didominasi oleh pengangguran dan para petani dengan penghasilan rendah.
Sekarang alhamdulillah, dengan Wakaf Kolektif dari masyarakat Bengkulu untuk mendukung program “SUMUR WAKAF PERTAMA WARGA BENGKULU DI PALESTINA” kini memberikan kebahagiaan untuk masyarakat Bukhari dan Abu Hanifah, Jabalia.
Sumur dengan kedalaman 68 meter ini, InsyaAllah akan terus memberikan kebutuhan air bersih yang bermanfaat untuk warga di wilayah Bukhari dan Abu Hanifah, Jabalia. Semakin banyak Air yang mengalir, maka semakin banyak kebaikan yang diberikan. Dan semua itu hasil dari Infaq dan Sedekah masyarakat Bengkulu.
Kami mengucapkan terimakasih telah membersamai ummat dan mendukung program ACT. Semoga amalan kita selalu mengalir deras, sama halnya dengan Air dari Sumur Wakaf yang kita bangun bersama di Palestina dan semoga kita selalu bersama dalam membersamai Ummat. (**Rei)










