Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bersama Keluarga Kerukunan Tabut melepas langsung arak-arakan bangunan tabut dalam prosesi Tabut Tebuang di Festival Tabut 2023 dari gedung daerah menuju Padang Karabela.
Tabut Tebuang dilepas Asisten III Pemprov Bengkulu Nandar Munadi didampingi Ketua KKT Bencolen Ahmad Sjafril bersama Forkopimda dan duta negara Irak.
Pada pelepasan ini ada 17 tabut sakral dan 6 tabut pembangunan yang melambangkan peti mati berisi jenazah Husein, salah seorang cucu Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang di Padang Karbala Irak.
Tabut diarak mulai dari lapangan Tugu Kampung menuju makam Imam Senggolo yang berlokasi di pemakaman umum Karabela, di Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu, yang dilambangkan sebagai kawasan Padang Karbala di Irak.
Arak-arakan tersebut diawali dengan rombongan penabuh musik tradisional Bengkulu, yakni dol yang ditabuh sepanjang perjalanan sejauh sekitar empat kilo meter yang mereka lalui, menyusuri jalan Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Sudirman, Suprapto dan Jalan S Parman, kemudian berakhir di kompleks pemakaman Karabela.
Asisten III Pemprov Bengkulu Nandar Munadi mengatakan ritual ini bermakna membuang semua perbuatan buruk karena diyakini kebaikan pasti bisa mengalahkan kejahatan.
Selanjutnya, debelum sampai di pemakaman Karabela, para peserta arak-arakan juga sempat berhenti di persimpangan Lima Ratu Samban untuk dapat disaksikan langsung oleh masyarakat agar dapat berswafoto.
Tabut tebuang berakhir dengan berdoa bersama di depan makam Imam Senggolo di Karabela, lalu melepas dan menyimpan kembali semua perlengkapan ritual tabut seperti “jari-jari” dan bendera.
Antusias masyarakat baik dari sekitar dan luar kabupaten sangat tinggi, di mana telah memadati sepanjang jalan yang akan dilewati tim arak-arakan untuk menyaksikan langsung prosesi akhir ini.
Sebagai informasi ritual tabut digelar turun-temurun oleh KKT untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala pada 10 Muharam 61 Hijriah, 681 Masehi.
Perayaan di Bengkulu pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada 1685. Syeh Burhanuddin atau Imam Senggolo pun menikah dengan wanita Bengkulu.
Inti dari upacara selama 10 hari terhitung 1 hingga 10 Muharram itu adalah simbol mengumpulkan semua bagian tubuh Husein, lalu diarak dan dimakamkan di Padang Karbala.
Adapun tahapan ritual Tabot sesuai urutan yakni mengambil tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam atau masa tenang, berkabung dan arak gedang serta tabot terbuang..(*Rozi)










