Teladani Kristus Lewat Pelayanan Tulus, PDMP ASN Kristiani Pemprov Bengkulu Gelar Ibadah Rutin Bulan Keempat

Pdt Yusak, S.Sth

Bengkulu||ISBCenter.com – Persekutuan Doa Merah Putih Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali melaksanakan ibadah rutin bulanan yang keempat pada Rabu pagi, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapelkes sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri 33 anggota dan mengusung tema “Meneladani Kristus: Pelayanan Berbasis Hati Nurani” dengan dasar firman dari Matius 20:28.

Teladani Kristus Lewat Pelayanan Tulus, PDMP ASN Kristiani Pemprov Bengkulu Gelar Ibadah Rutin Bulan Keempat

Ibadah kali ini dipimpin Ibu Putri Marc selaku Liturgos dan diiringi musik oleh Bapak Pantas Sitanggang. Rangkaian doa turut dibawakan Bapak Yokanan sebagai pembuka dan Bapak D. Siboro untuk doa syafaat. Firman Tuhan, doa penutup, serta berkat disampaikan Pdt. Yusak, S.Th.

Teladani Kristus Lewat Pelayanan Tulus, PDMP ASN Kristiani Pemprov Bengkulu Gelar Ibadah Rutin Bulan Keempat

Pelayanan Sejati Lahir dari Hati Nurani

Mengawali khotbahnya, Pdt. Yusak menggunakan analogi menarik:

“Bayangkan sebuah jam dinding yang indah. Orang memuji keindahan dan ketepatannya, namun tidak banyak yang tahu bahwa di baliknya ada roda dan pegas yang bekerja diam-diam tanpa dipuji. Begitu juga pelayanan kita – nilai sejatinya tidak hanya terlihat dari luar, melainkan berasal dari hati nurani yang bersih.”

Merujuk Matius 20:28 – “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” – ia menekankan makna kata *diakonos* dalam bahasa Yunani. Istilah tersebut tidak menunjuk pada posisi hina, melainkan sikap seseorang yang “dengan sukarela menempatkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan orang lain demi tujuan yang lebih besar.”

Lima Karakteristik Pelayan Sejati

Pdt. Yusak kemudian menjabarkan ciri pelayan sejati menurut Alkitab:

– Bersifat sukarela, bukan karena paksaan
– Tidak mementingkan keuntungan diri sendiri
– Siap melakukan segala tugas tanpa membedakan derajat
– Bekerja dengan kesungguhan hati, bukan sekadar formalitas
– Mengutamakan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri

Ia mengingatkan kembali gaya hidup jemaat mula-mula yang “tidak ada perbedaan derajat – pemimpin justru dipanggil untuk melayani, tidak malu melakukan tugas apa pun, dan bekerja seolah-olah sedang melayani Tuhan sendiri meskipun tidak ada yang melihat.”

Relevansi bagi ASN Pemprov Bengkulu

Kepada para ASN yang hadir, Pdt. Yusak menegaskan bahwa “wewenang yang dimiliki bukan untuk disombongkan, melainkan dijadikan amanah untuk melayani.” Menurutnya, “Pelayanan berbasis hati nurani berarti bekerja bukan karena takut dihukum atau ingin dipuji, melainkan karena sadar bahwa apa yang kita kerjakan adalah tanggung jawab di hadapan Tuhan dan masyarakat.”

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa “Hati nurani yang baik, lanjutnya, harus senantiasa dibersihkan dan dibimbing oleh Firman Tuhan.” Wujud nyatanya adalah “sikap jujur, tidak menyalahgunakan wewenang, melayani tanpa pandang bulu, dan tetap bertanggung jawab meskipun tidak diawasi.”

Lima Langkah Praktis di Lingkungan Kerja

Sebagai penutup khotbah, Pdt. Yusak memberikan pesan aplikatif untuk dijalankan ASN setiap hari:

  1. Memahami bahwa menjadi pelayan bukan berarti rendah diri, melainkan kekuatan untuk mengutamakan orang lain.
  2. Mengubah pola pikir: tugas dinas adalah panggilan mulia, bukan sekadar mencari nafkah.
  3. Senantiasa menguji hati sebelum bertindak: “Apakah ini benar di hadapan Tuhan dan bermanfaat bagi banyak orang”.
  4. Menjadi teladan ASN yang disiplin, jujur, dan peduli terhadap kemajuan Bengkulu.
  5. Berdoa memohon hikmat agar hati tetap peka dan tindakan berkenan kepada Tuhan.

Penutup Ibadah

Mengakhiri ibadah, Pdt. Yusak menganalogikan seorang pelayan rumah tangga yang setia: “bekerja dengan baik meskipun tidak diawasi dan tidak membedakan tugas mana yang lebih terhormat.” Ia mengingatkan, “Tuhan tidak hanya melihat seberapa rapi laporan atau seberapa tinggi pangkat kita, tetapi Ia melihat isi hati kita.”

Ibadah diakhiri dengan doa berkat. Seluruh peserta diharapkan mampu menjadi ASN Kristiani yang meneladani Kristus dalam tugas pelayanan, sehingga memberi dampak positif bagi pembangunan Provinsi Bengkulu..(*ys)

Pos terkait