Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Pj Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli, dan seluruh Kepala OPD meninjau langsung progres revitalisasi Pasar Barukoto I. Proyek ini digeber untuk mengembalikan kejayaan pasar bersejarah yang pernah berjaya pada era 1980-an hingga 1990-an.
Saat berada di lokasi, Dedy mengaku puas dengan capaian fisik bangunan yang sudah mendekati perencanaan awal. Meski begitu, ia tetap menekankan agar seluruh pengerjaan proyek sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Usai melakukan pengecekan, Dedy bersama jajaran menyempatkan duduk santai di tangga Barukoto sembari menikmati pemandangan pantai di depan ikon tulisan “Bencoolen”.
Selain memastikan infrastruktur, Dedy turut mewanti-wanti para pedagang agar tidak memanfaatkan momen revitalisasi ini untuk menaikkan harga makanan dan minuman secara tidak wajar. Ia telah menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk segera menyeragamkan harga menu di kawasan Barukoto I.
Dedy meminta pedagang bersabar karena pembangunan masih berlangsung. Ia menyebut proyek ini akan menjadi kado terindah bagi masyarakat dan pedagang, karena Barukoto I akan kembali hidup sebagai tempat yang representatif, nyaman, dan ramai pembeli.
Pemerintah menargetkan penataan ulang ini dapat mengubah kawasan Barukoto I menjadi area yang terang, higienis, serta memiliki daya tarik visual tinggi bagi wisatawan domestik maupun warga lokal.
Wali Kota menegaskan agar ulah oknum pedagang nakal tidak merusak investasi besar yang sudah dikucurkan pemerintah.
“Jadi gini, tolong sampaikan Pak, ini memang tempatnya pemerintah. Pemerintah endak (ingin) para pedagang ini maju. Tapi kalau gara-gara seorang duo orang jual mahal, orang malas. Miliaran habis di siko (sini), gara-gara seorang endak cepat kayo (kaya) tadi tu. Sepi lagi kelak, jadi percuma,” tegas Dedy dengan bahasa Bengkulu.
Ia optimistis, setelah rampung, kawasan Barukoto I akan menjadi pusat keramaian baru yang menguntungkan semua pihak.
“Kito pemerintah sudah menyediakan tempat yang elok (bagus), idak lagi bocor, lah nyaman. Itu belum selesai lah ramai, yang malam-malam berjualan di siko (sini), pembeli ramai. Apolagi kelak selesai, insya allah makin ramai,” pungkasnya..(*dd)










