UKW Bengkulu Sukses Di Gelar, Ini Hasilnya

Peserta UKW Bengkulu

Bengkulu||ISBCenter.com – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi Bengkulu. Terdaftar sebanyak 42 peserta, namun yang berhasil lolos dinyatakan kompeten hanya 37 orang wartawan.

Peserta UKW Saat Mengikuti Uji

Rinciannya, sebanyak 6 peserta dinyatakan kompeten di UKW tingkat Utama, 13 orang berhasil kompeten UKW tingkat Madya dan 18 wartawan dinyatakan kompeten untuk UKW tingkat Muda.

Foto Bersama Peserta UKW Solopos

Lalu bagaimana dengan 5 orang peserta lainnya? Ternyata sebanyak 2 peserta belum kompeten di UKW tingkat Muda, 2 orang peserta lagi tidak hadir dan 1 peserta hanya hadir pada hari pertama pelaksanaan UKW.

Foto bersama

Tampak hadir Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Marsal Abadi, SE pada penutupan UKW di Bengkulu.–peri/rakyatbengkulu.com

UKW yang difasilitasi oleh Dewan Pers di Provinsi Bengkulu kali ini, dilaksanakan oleh 3 lembaga uji.

Terdiri 18 peserta dengan lembaga uji Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dari jumlah itu, terbagi 12 orang peserta UKW Madya dan 6 peserta UKW Muda, dan seluruhnya dinyatakan kompeten.

Lalu 18 orang peserta mengikuti UKW yang dilaksanakan PT. Aksara Solopos.

Terbagi 6 peserta UKW Utama dan 12 peserta UKW Muda. Khusus UKW Muda, 1 orang peserta tidak hadir dan 2 orang belum kompeten.

Terakhir 6 peserta dari lembaga uji Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Dari jumlah itu, 1 orang tidak hadir dan 1 orang hanya ikut dihari pertama.

Sehingga hanya 4 orang peserta, terbagi 3 orang UKW Muda dan 1 orang UKW Madya, seluruhnya kompeten.

Data tersebut diumumkan oleh perwakilan penguji dari masing-masing lembaga uji, pada Acara Penutupann UKW fasilitasi Dewan Pers, Sabtu, 21 September 2024, di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu.

Kegiatan UKW ditutup secara resmi oleh perwakilan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, Dr. Asep Setiawan, MA yang jug menjabat sebagai Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers.

Turut hadir Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Marsal Abadi, SE, dan para penguji dari PWI, Solopos dan ITJI.

Perwakilan Penguji dari PT. Aksara Solopos, Yonantha Candra P, mengatakan, UKW representasi dari cara kerja wartawan sehari-hari.

“Tantangan kita sebenarnya ada diluar sana. Jadi apa yang didapatkan di sini, bisa jadi bekal untuk lebih baik lagi jadi jurnalis di lapangan,” sampai Yonantha.

Kemudian salahsatu tugas berat, menjaga marwah jurnalis, agar dihargai oleh narasumber dan masyarakat.

“Jika tidak integritas, maka di luar sana kita tidak dihargai. Karena media itu kepercayaan. Selamat yang sudah dinyatakan kompenten. Tetap semangat yang belum kompeten, karena ini bukan akhir segalanya. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi,” harapnya.

Penguji dari IJTI, menyatakan kondisi saat ini bagi media, tidak dalam kondisi baik.

“Industri media arus utama, media mainstream, apapun, televisi, , radio, portal. Sadar dan tidak sadar, mengakui atau tidak , kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Munculnya platform global lanjutnya, telah menggerus pasar media. Tidak sedikit orang maupun perusahaan beralih pasang iklan di platform tersebut.

“Konsekuensinya, media harus berbenah, termasuk wartawannya. UKW ini bagian dari transfer pengetahuan untuk membekali wartawan dalam menghadapi tantangan ke depan,” sampainya.

Menurutnya, adanya kode etik jurnalistik (KEJ), karena wartawan punya keistimewaan. Diantaranya bisa mengakses yang belum tentu bisa dimiliki oleh profesi lain.

BACA JUGA:Alwin Feraro Terpilih Ketua FKW KAHMI Bengkulu, Perkuat Sinergi dan Peningkatan Kapasitas Wartawan

“Makanya bahaya jika tidak ada panduan, aturannya. Makanya kode etik jurnalistik penting disana,” tukasnya.

Ditambahkan perwakilan penguji dari PWI, Rita Sri Astuti, bahwa seluruh peserta UKW yang dilaksanakan PWI dinyatakan kompeten.

“UKW PWI angkatan ke XXIV, seluruhnyo kompeten. Semoga semakin sukses kedepannya,” harap Rita.(*Rozi)

Pos terkait