Seluma||ISBCenter.com – Upaya meningkatkan budaya baca di Kabupaten Seluma terus diperkuat. Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, secara resmi membuka gelaran Festival Literasi Kabupaten Seluma Tahun 2026, Senin (28/9/2026).
Acara yang dipusatkan di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma ini mengangkat tema “Menumbuhkan Budaya Literasi, Menguatkan Generasi, Seluma Berinovasi”.
Festival ini dihadiri oleh Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., Duta Baca Indonesia Golagong, jajaran Forkopimda Seluma, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu, organisasi wanita (TP PKK, GOW, DWP), para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Seluma, serta ratusan guru dan pelajar SD dan SMP.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seluma, Suparjoh, selaku ketua pelaksana mengatakan festival ini dirancang sebagai wadah yang kreatif dan menyenangkan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tapi menjadi momentum nyata untuk memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Seluma,” ujar Suparjoh.
Sementara itu, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI, Nurhadi Saputra, menegaskan peran perpustakaan saat ini telah bertransformasi. Perpustakaan bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan ruang inklusif untuk bertukar gagasan.
“Jadikan perpustakaan sebagai ruang belajar bersama untuk mendapatkan ilmu. Harapan kami, literasi di Seluma bisa terus tumbuh dan berkembang agar masyarakat lebih maju dan inovatif,” kata Nurhadi.
Wakil Bupati Seluma, Gustianto, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dan penguatan literasi.
“Melalui Festival Literasi ini, saya berharap akan lahir kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu mendekatkan masyarakat dengan buku dan pengetahuan,” ungkap Gustianto.
Di akhir sambutannya, Wabup berpesan kepada seluruh pelajar peserta festival untuk tidak berhenti belajar.
“Kepada para peserta, teruslah membaca, teruslah belajar, berani berkreasi, dan jangan takut mencoba hal baru. Jadikan buku sebagai jendela untuk melihat dunia dan bekal membangun masa depan,” pungkasnya..(*3ln)










