Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Sosialisasi Pengelolaan Media Sosial Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu yang bertempat di Ruang Hidayah I.
Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program kerja, capaian kinerja, dan pelayanan publik yang dilaksanakan jajaran pemerintah daerah dapat tersampaikan secara menyeluruh dan transparan kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Pj Sekda Medy Pebriansyah dan Asisten I Alex Periansyah. Sosialisasi dihadiri seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah, serta operator media sosial Pemkot se-Kota Bengkulu.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai kanal alternatif di samping peran media arus utama. Menurutnya, media mainstream memiliki keterbatasan dan standar kelayakan berita, sementara banyak program kerja pemerintah di tingkat lokal yang juga perlu diketahui publik.
“Pemerintah Kota ini kan kerjanya banyak. Masing-masing lurah kerja, camat kerja, kadis kerja. Tapi tidak semua kerja ini tersampaikan kepada publik. Selain dibantu teman-teman media mainstream, dalam teori membuat berita itu, masing-masing redaksi punya kebijakan, ‘Wah ini layak naik, ini tidak naik.’ Tetapi bagi Pemerintah Kota, semua kerja itu layak ditayangkan,” ujar Walikota.
Dedy mencontohkan sejumlah aksi respons cepat di lapangan, seperti yang dilakukan Satpol PP maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan saat membantu pencarian warga hilang hingga evakuasi gangguan hewan liar. Menurutnya, aksi-aksi kemanusiaan tersebut memiliki nilai edukasi tinggi, namun kerap tidak terpublikasi secara luas.
“Damkar itu banyak sekali! Damkar itu tawon, juga ular, apa lagi, biawak. Ini kan menarik. Nah, tapi ini tidak tersampaikan kepada publik. Maka saya minta masing-masing kita ini menjadi apa ya, influencer, menyampaikan,” tambah Dedy.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu Nurlia Dewi selaku ketua pelaksana menegaskan sosialisasi kali ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi langsung pada praktik teknis pengelolaan media sosial.
Seluruh Camat, Kepala OPD, beserta calon operator diwajibkan membawa gawai atau laptop untuk langsung mempraktikkan materi yang diberikan. Para peserta dibekali materi Strategi Komunikasi Berbasis Komunitas Daerah dan Search Engine Optimization (SEO), mulai dari teknik pengambilan visual foto dan video, proses editing, optimalisasi algoritma pencarian, hingga strategi meningkatkan jumlah pengikut di platform Facebook, TikTok, YouTube, dan Instagram.
“Hari ini pesertanya diikuti oleh seluruh Camat dan seluruh OPD, serta calon pengelola media sosial OPD yang nantinya orang yang hadir di sini akan kita SK-kan dengan SK Sekretaris Daerah langsung, sehingga mempunyai tanggung jawab dan kewajiban untuk membagikan informasi ke media sosial,” jelas Nurlia dalam laporan kegiatannya.
Nurlia menambahkan, keseriusan Pemkot Bengkulu dalam memperkuat komunikasi digital akan dibarengi dengan penilaian ketat terhadap keaktifan akun media sosial dan performa website resmi masing-masing instansi, terhitung sejak hari pelaksanaan sosialisasi.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan penghargaan khusus yang akan diumumkan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI bulan depan. Kompetisi keaktifan media sosial tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni tingkat Kelurahan (Lurah), tingkat Kecamatan (Camat), dan tingkat OPD (Badan, Dinas, dan Kantor).
Melalui peralihan gaya komunikasi dari media cetak ke visual digital berbasis gambar dan video, Pemkot Bengkulu berharap masyarakat dapat lebih dekat, memahami, dan merasakan langsung kehadiran program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah..(*dd)










