Bengkulu||ISBCenter.com – Setelah Ambruknya Jembatan Air Nipis Beberapa waktu yang lalu, akhirnya dengan keyakinan yang tinggi PPK Pekerjaan Rehabilitasi BEndungan Air Nipis mengatakan untuk rehabilitasi Jembatan Air Nipis Sudah Dianggarkan 9,2 Milyar, dengan dalil kejadian ambruknya jembatan itu karena Bencana Alam.

Atas pernyataan ini mendapat berbagai kritikan, karena kita semua tau jembatan ambruk karena kesalahan dari pihak team work dilapangan, Kontraktor, Konsultan Pengawas dan PPK Kegiatan, dimana team work dilapangan membuat Kisdam membelah alur sungai sehingga sungai menyempit, kalau betul bencana alam kenapa selama ini tidak ambruk jembatan itu dan kenapa sekarang ambruknya setelah kisdam dibuat, ujar berbagai masyarakat yang media ini temui di lapangan.
Tokoh masyarakat Air Nipis yang juga berprofesi sebagai Konsultan “Indarmen Syukur” sa’at media ini wawancarai mengatakan sangat menyesalkan pernyataan dari PPK Kegiatan rehabilitasi bendungan air nipis itu. dia berpendapat artinya selama ini PPK bersikeras mengatakan itu kejadian Bencana Alam agar dapat menganggarkan dana Bencana Alam untuk rehabilitasi Jembatan, Mercu Pembagi Bendung dan Saluran utama yang Ambruk.
“Pernyataan PPK bahwa kejadian itu bencana alam adalah untuk dapat menganggarkan dana bencana alam untuk merehabilitasi kembali kerusakan yang ada, sekarang dimana tanggung jawab kontraktor, konsultan pengawas dan PPK atas Kejadian ini. kalau memang bencana alam kenapa setelah dipasang Kisdam jembatan ambruk, mercu pintu pembagi hanyut dan saluran utama jebol, ujar indarmen berkaca kaca.
Lanjut Indarmen selama ini jembatan tidak pernah ambruk dan mercu pembagi dan saluran utama jebol tidak pernah rusak begini, berapa kerugian masyarakat gara gara proyek ini, dan dengan entengnya PPK menyebut ini kejadian bencana alam.
“Dengan Dalil bencana PPK anggarkan 9,2 milyar, dengan pernyataan ini diduga PPK mau lari dari tanggung jawab, dan sekali lagi saya selaku tokoh masyarakat memohon kepada APH agar turun untuk audit menyeluruh atas kejadian ambruknya jembatan air nipis, mercu pembagi bendungan dan ambruknya saluran utama bendungan air nipis”, tutup indarmen.
Disisi lain Ketua DPD TOPAN RI, Oni Valentino mengatakan sangat menyesalkan akan dianggarkannya dana bencana alam untuk rehabilitasi jembatan air nipis ini, terlalu gegabah seorang PPK membuat anggaran ini,
“Kita dari lembaga DPD TOPAN RI akan membuat laporan ke APH atas Kejadian ambruknya jembatan air nipis, hanyutnya mercu pembagi bendung dan ambruknya saluran utama bendungan air nipis”, tutup Oni..(**RA)










