Anggota DPRD Soroti Dugaan Malpraktik di RSUD Mukomuko Minta Ditindak lanjuti

Anggota DPRD Soroti Dugaan Malpraktik di RSUD Mukomuko Minta Ditindak lanjuti

Mukomuko||ISBCenter.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan Mukomuko Novri Ardiantasari SE, menyoroti serius dugaan malpraktik medis yang terjadi di RSUD, Kabupaten Mukomuko.

Ia meminta manajemen rumah sakit segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan serta penanganan medis pasien.

Menurut Novri, dugaan malpraktik di RSUD Mukomuko bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut keluhan masyarakat terkait pelayanan medis di rumah sakit tersebut telah berulang kali disampaikan, sehingga tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.

“RSUD Mukomuko harus segera berbenah. Dugaan malpraktik ini bukan baru sekali terjadi, tetapi sudah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat. Jika terus berulang, tentu patut dicurigai dan harus dievaluasi secara menyeluruh,” ujar Novri kepada Wartawan, Juam’at (13/02/2026).

Selain menyoroti dugaan malpraktik, Novri juga meminta agar setiap keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan ditindaklanjuti secara cepat, serius, dan profesional.

Menurutnya, respons yang lambat justru dapat menimbulkan persepsi negatif dan menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit.

“Semua keluhan warga harus segera ditindaklanjuti dengan penanganan yang baik. Ini penting agar masyarakat merasa terlayani, meskipun pada akhirnya dugaan malpraktik tersebut belum tentu terbukti,” katanya.

Novri juga mempertanyakan kronologi medis pasien yang memakai BPJS namun dalam kontrol pasien menanggung beban biaya.

Berdasarkan informasi Saat Ditemui di kediaman pasien di desa Ranah Karya Kecamatan Lubuk Pinang, pasien menjalani 0perasi Usus Buntu pada Bulan Agustus tahun 2025. Namun, empat hari kemudian pasien menjalani pencabutan jaitan setelah itu pasien mengeluhkan kesakitan dan mengeluarkan air berwarna kuning dan membusuk keluar dari luka operasi.

Terpisah suami korban inisial AT (31) mengatakan, bahwa keadaan istrinya sudah menanggung sakit selama enam bulan pasca sudah operasi di RSUD Mukomuko yang memakai BPJS. Karna ekonomi keluarga sangat tidak memadai dan bekerja sebagai tukang Dodos kelapa sawit dan serabutan. Dalam keadaan tersebut istri harus di kontrol baik di RSUD dan dokter yang menangani. Selam enam bulan ini istri selalu rutin minum obat yang di dikasih dokter setiap kontrol namun tidak ada perubahan. Dari segi ekonomi keluarga sangat membutuhkan pertolongan karena keadaan ekonomi tidak memadai.

” Saya sebagai suami sangat sedih melihat keadaan istri saya, karena sudah masuk enam bulan istri saya menanggung sakit pasca sudah operasi usus buntu. Kami dari keluarga sering kali minta rujukan kepasang untuk mengobati di Padang sampai sekarang rujukan susah didapati.” Ungkap suami pasien.

Dalam harapannya kepada pemerintah daerah atau RSUD Mukomuko untuk biasa membantu agar persoalan ini cepat ditangani. (Zul)

Pos terkait