Antisipasi Banjir, Pemkot Bengkulu Kebut Normalisasi dan Pembangunan Drainase Baru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Noprisman

Kota Bengkulu||ISBCenter.com — Pemerintah Kota Bengkulu semakin intensif membenahi saluran air untuk menekan risiko banjir di titik-titik rawan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mencatat pemeliharaan rutin drainase yang sudah berjalan mulai membuahkan hasil di lapangan.

Salah satu titik yang jadi prioritas adalah Simpang Empat Pantai Panjang. Saluran air di kawasan itu sebelumnya tertutup sedimen dan nyaris tidak terlihat, namun kini sudah kembali terbuka. Pengerjaan serupa juga telah rampung di wilayah Padang Serai. Langkah normalisasi ini diambil sebagai respons cepat Pemkot terhadap keluhan genangan yang kerap muncul saat hujan deras.

Bacaan Lainnya

“Salah satu yang kita lihat, itu di simpang 4 Pantai Panjang, itu yang tadinya tidak terlihat drainasenya, sekarang sudah terbuka. Insyaallah dengan dibukanya drainase sekarang, kita tidak melihat lagi terjadinya banjir daerah-daerah tersebut. Dan ada beberapa tempat lagi yang sudah kita juga lakukan, salah satu daerah Padang Serai, itu juga sudah. Itu semua untuk mengurangi genangan air ketika hujan,” ujar Noprisman, Senin (25/5/26).

Upaya pembersihan drainase dinilai cukup efektif. Meski Kota Bengkulu diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, PUPR memastikan belum menerima laporan genangan dari warga.

“Beberapa hari belakangan terjadi hujan yang intens, alhamdulillah laporan masyarakat kepada PUPR tidak ada,” tambahnya.

Tidak berhenti di pemeliharaan, Pemkot Bengkulu juga menyiapkan pembangunan drainase baru untuk memperkuat sistem pembuangan air kota secara permanen. Noprisman menyebut proses kontrak dengan pihak ketiga akan diteken pekan ini, sehingga pekerjaan fisik bisa langsung dimulai sebelum akhir bulan.

“Terus, untuk di akhir bulan ini, nanti insya allah kegiatan drainase yang mestinya telah berlangsung, itu fisiknya sudah bisa kita laksanakan. Karena minggu ini kita akan berkontrak kepada pihak ketiga yang akan mengerjakan drainase. Akhir bulan ini kita sudah mulai melaksanakan pengerjaan,” pungkasnya.

Fokus jangka panjang Pemkot sebagai berikut :

1. Normalisasi lanjutan: Selain Pantai Panjang dan Padang Serai, PUPR memetakan beberapa titik lain yang rawan sedimentasi untuk dibersihkan bertahap.
2. Pembangunan baru: Drainase dengan dimensi lebih besar disiapkan di kawasan permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi.
3. Respons cepat warga: Pemkot membuka kanal pengaduan agar laporan genangan bisa langsung ditindaklanjuti tim lapangan.

Dengan kombinasi pemeliharaan rutin dan pembangunan infrastruktur baru, Pemkot Bengkulu menargetkan genangan saat musim hujan bisa ditekan seminimal mungkin. Warga diimbau tetap menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke drainase..(*dd)

Pos terkait