Riau||ISBCenter.com – Museum Sang Nila Utama merupakan museum daerah Provinsi Riau yang terletak di Jalan Jendral Sudirman nomor 194, Kota Pekanbaru.
Museum Sang Nila Utama ini memiliki lebih dari 4000 koleksi benda-benda bersejarah yang mengambarkan sejarah, peradaban dan budaya masyarakat melayu Riau.

Lokasi musim ini terletak satu komplek dengan perkantoran Dinas Kebudayaan Provinsi Riau yang berada diatas lahan hampir 2 hektare dan berada di sebrang Kantor Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Riau.
Ketika anda datang ke Museum ini maka anda akan melihat bangunan utama museum atau bangunan pameran tetap. Geduang yang kental dengan arsitektur bangunan rumah adat melayu ini sangat unik. Di setiap sudutnya terlihat ornamen dan ukiran-ukiran melayu yang sangat khas.
Di dalam kedung ini pulalah anda bisa melihat secara langsung sekitar 1.000 lebih benda-benda unik bersejarah yang dipamerkan kepada masyarakat umum. Sedangkan ribuan benda lainya tersimpan diruang khusus lainya dan tidak untuk dipamerkan.
Di museum ini juga terdapat fasilitas lain seperti auditorium, pusat informasi serta taman yang asri dibagian belakang yang diberi nama Taman Gemala.
“Museum ini tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah namun juga menjadi tempat edukasi bagi generasi muda yang ada di Riau. Sehingga tidak heran jiga banyak sekolah yang membawa siswa dan siswinya untuk berkunjung ke museum ini,” Jelas Kepala UPT Museum Sang Nila Utama dan Taman Budaya Tengku Leni Rahyu, S.Sos
Dalam kesempatan ini media online ISBcenter.com akan mengulas 5 benda unik koleksi Museum Sang Nila Utama.
1. Mata Uang
Nah di ruangan pameran tetap museum ini ada 29 lembar uang kertas jadul yang di pamerkan.
uang ini meluiputi uang yang digunakan saat zaman sebelum Indonesia merdeka dan sesudah Indonesia merdeka.
untuk mata uang yang dipamerkan sebelum masa kemerdekaan ada dua lembar yakni mata uang gulden , masing masing pecahan 5 gulden dan 10 gulden. Uang ini dicetak pada zaman penjajahan jepang tahun 1942.
Kemudian uang setelah indonesia merdeka meliputi pecahan, 25 sen, satu rupiah, dua setengah upiah, 100 rupiah, 1000 rupiah, 5000 rupiah dan beberapa lainya.
ada juga nih uang rupiah yang hanya berlaku untuk di pulau sumatra saja kala itu, misalnya uang pecahan 5 rupiah dan 10 rupiah yang bertuliskan provinsi sumatra yang dicetak tahun 1947.
2. Senjata
Benda unik selanjutnya, senjata perang.
Diantaranya bedil, benda ini merupakan senjata api yang juga digunakan pada zaman penjajahan. senjata api ini didapatkan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
Senjata yang terbuat perpaduan besi dan kayu ini pernah digunakan oleh masyarakat Kuntu Darussalam untuk melawan penjajah belanda.
Tapi ada juga yang mengatakan perlengkapan senjata ini digunakan oleh centeng-centeng belanda kala itu untuk menarik upeti atau pajak dari masyarakat pribumi.
Selain bedil ada juga pistol lantak atau lontak yang terbuat dari perpaduan antara kuningan dan kayu. kemudian ada baju besi dan juga tameng atau perisai.
3. Batu Siput Berat 1 Ton
Benda selanjutnya adalah batu siput atau batu keong. batu siput ini cukup menarik perhatian pengunjung beratnya saja hingga 1 ton lebih. Konon menurut para ahli batu siput ini berusia ribuan tahun.
Batu siput ini ditemukan di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Batu ini panjangnya kira-kira lebih dari 70 cm.
4. Kerangka Ikan Paus
Dari Batu Siput kita beralih ke kerangka ikan paus. Nah menerut pemandu yang ada di museum ini kerangka ikan paus ini memiliki panjang lebih dari 13 meter.
Untuk bisa melihat kerangka ipan paus ini pengunjung tidak usah bingung, lokasinya bukan berada didalam ruang pameran tetap, tapi berada di halaman belakang bangunan ruang pameran tetap museum ini.
Kerangka ikan paus ini ditempatkan ditempat khusus yang terlindungi. Benda yang satu ini juga cukup mencuri perhatian pengunjung kala datang ke musium sang nila utama Riau ini.
Menurut penjelasan pemandu ikan paus ini dulunya ditemukan di teluk meranti karena terbawa oleh gelombang bono.
5. Mahkota Sultan Siak
Selanjutnya kita masuk lagi ke dalam musium , nah kali ini kita akan melihat mahkota raja. Ya ini adalah replikan mahkota Sultan Siak Sri Indrapura. Meskipun hanya replika tapi bentuknya sama persis seperti yang aslinya guys.
Sedangkan mahkota yang asli berada di museum nasional Jakarta. Jika yang asli Mahkota ini terbuat dari emas bertahtakan berlian dan rubi dengan diameter 33 cm tinggi 27 cm dan berat mencapai 1.803,3 gram atau 1,8 kg . Kemudian dihiasi oleh tiga bunga teratai bertaburkan batu merah delima dan intan.
Kala itu Sultan Siak yakni Sultan Syarif Khasim II menyerahkan mahkota ini dan uang 13 juta gulden kepada presiden Soekarno dan sumbang sih tersebut dimaksudkan bahwa kesutanan siak sri indra pura yang dipimpinya meleburkan diri ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nah itu tadi 5 Benda unik dan menarik versi tribunpekanbaruwiki.com. Perlu dijelaskan bahwa semua koleksi yang ada di Museum Sang Nila Utama unik dan menarik. Namun, dalam kesempatan ini tribunpekanbaruwikicom hanya mengulas lima benda saja.
Seperti diketahui Didalam ruang pameran tetap ini ada ribuan koleksi yang unik dan menarik lainya. Seperti pakaian masyarakat melayu, pakaian adat pernikahan, timbangan yang digunakan untuk berniaga, sepeda angin Soeman HS dan masih banyak lagi.
Jika anda penasaran silahkan anda mengunjugi Museum kebanggaan masyarakat Riau ini. Berikut ini kami sajikan harga tiket dan jadwal layanan museum:
Harga Tiket Masuk Museum Berdasarkan peraturan Daerah provinsi Riau nomor 2 tahun 2024 dengan Rincian Sebagai Berikut :
1. WISATAWAN NUSANTARA
a. Dewasa Per Orang Rp.5000
b. anak-anak dibawah 10 tahun per orang Rp. 3.000
c. Rombongan pelajar/ mahasiswa per orang Rp. 3.500
d. Rombongan Wisata Nusantara paling sedikit 20 orang, per orang Rp. 4.000
2. WISATAWAN MANCANEGARA
a. Dewasa Per Orang Rp.15.000
b. anak-anak dibawah 10 tahun per orang Rp. 7.500
c. Rombongan wisatawan mancanegara paling sedikit 20 orang, per orang Rp. 10.000.
Museum Sang Nila Utama memiliki beberapa jam buka. Mada hari Selasa hingga Jumat, museum buka pukul 08.00-15.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu buka pada pukul 08.00-13.00 WIB, sedangkan Senin museum tutup..(*Adv/Ind)










