Base Jalan Hotmix Kurang Siraman Air, Masyarakat Protes Terhimbas Debu

Base Jalan Hotmix Kurang Siraman Air, Masyarakat Protes Terhimbas Debu

Mukomuko||ISBCenter.com – Pekerjaan Peningkatan jalan hotmix di ruas jalan Desa Maju makmur, Desa Wonosobo, Desa Mekar Mulya dan Desa Bandar Jaya Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko yang di mulai pelaksanaan kerja pada tanggal 07 Agustus 2023 dan waktu pelaksanaan selama 135 hari kalender, membuat masyarakat protes dan kesal akibat debu jalan yang dibiarkan begitu saja tanpa penyiraman yang rutin dari pihak kontraktor.

Lokasi proyek tersebut sudah banyak Base yang berserakan, sehingga menyebabkan kondisi jalan jadi berdebu dan hal tersebut sangat mengganggu pernafasan warga masyarakat sekitar jalan, hal tersebut di karenakan pihak Kontraktor CV. Napal Putih kurang Profesional dalam bekerja sehingga tidak memikirkan imbasnya bagi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Kasno, warga setempat baru-baru ini mengatakan kepada awak media terkait imbas pekerjaan jalan yg hanya 360 meter, beliau menyampaikan sebenarnya kami selaku masyarakat sangat senang dengan adanya pembangunan jalan Hotmix ini tapi dalam pelaksanaannya pihak kontraktor proyek tidak aktif menyiram jalan tersebut sehingga debu berimbas bagi kesehatan masyarakat sekitar.

“Kami sebagai yang dekat dengan pekerjaan tolonglah pihak rekanan tersebut agar bisa Profesional dalam bekerja sehingga tidak berimbas kepada warga masyarakat terkait masalah debu apa bila mobil melintas,” ujarnya.

Lanjut Kusno, Seharusnya pelaksana proyek harus aktif mengoperasikan mobil tangki air setiap hari di seputaran pengerjaan pembangunan jalan, apalagi lokasi tersebut dikelilingi perumahan penduduk.

“Selama hampir tiga pekan terakhir ini debu sudah menjadi keluhan warga masyarakat dan pengendara roda dua ketika melewati jalan tersebut,” lanjutnya.

Namun sampai detik ini, kenyataannya tidak ada aktivitas penyiraman mobil tangki air, karena itu diharapkan
pihak pelaksana proyek untuk memenuhi permintaan warga yakni menyiram jalan yang berdebu.

“Kami meminta pelaksana proyek bisa aktif melakukan penyiraman di lokasi proyek jalan, agar warga sekitar tidak lagi menghirup udara bercampur debu,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Kades Wonosobo “Samiran” saat di konfirmasi oleh awak media Via Wa terkait Proyek Peningkatan jalan di Desa Wonosobo menyayangkan hal tersebut dan beliau mengatakan dulu sudah kami sampaikan ke pihak pengawas, dinas terkait serta kontraktor untuk aktif melakukan penyiraman.

“Dulu pihak kontraktor sudah kita minta setelah itu baru ada penyiraman jalan, tapi setelah itu gak ada lagi penyiraman proyek jalan tersebut,” katanya.

“Karena debunya sangat menganggu kadang kala masyarakat yang menyiramnya sendiri,” pungkasnya.

Dengan adanya laporan tersebut Bambang Syaputra Salah seorang tokoh Pemuda Mukomuko langsung mencari kebenarannya langsung turun ke lokasi proyek peningkatan jalan tersebut.

“Kalau seperti ini kondisinya pasti masyarakat yang menanggung imbasnya. Pihak Pengawas dan dinas terkait harusnya lebih tegas kepada pihak Rekanan, kasihan masyarakat kalau seperti ini kondisinya,” jelasnya.

Saya jauh -jauh datang ke beberapa titik lokasi peningkatan jalan Hotmix yang di kerjakan oleh CV. Napal Putih mau mengisi buku tamu dan rencana sekalian mau minta tanggapannya tapi tidak kita temukan Direksikheet, hal seperti ini kan aneh dan sudah menyalahi aturan masa buku tamu dan direksikheet tak ada di lokasi.

“Kita sangat menyayangkan kenapa proyek sebesar ini buku tamu dan bangunan direksikheet saja tidak ada,” pungkasnya kesal..(Zul)

Pos terkait