Mukomuko||ISBCenter.com – Petani sawit di Kabupaten Mukomuko patut bersuka cita. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit terus mengalami kenaikan pada periode Februari hingga Maret 2025. Kenaikan ini merupakan kabar gembira bagi para petani yang telah bekerja keras dalam membudidayakan tanaman kelapa sawit.
Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mukomuko, Salman Alfarisi,
kenaikan harga TBS ini didorong oleh meningkatnya permintaan dan harga jual Crude Palm Oil (CPO) di pasar global, bukan berdasarkan pengaruh seorang pemimpin.
“Kenaikan harga CPO secara otomatis berdampak pada peningkatan harga TBS, ini tentu bukan karena pengaruh seorang Bupati. Di Pilkada 2024 lalu, isu sawit stabil merupakan trending topik oleh timses dalam membodohi masyarakat. Lah, buktinya sekarang bukan hanya stabil, namun tembus di harga Rp. 3000,” ujar Salman, Selasa (11/3).
Data yang dirilis Dinas DTPHP Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa harga TBS mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebagai contoh, untuk TBS hari ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan berdampak positif bagi petani sawit di daerah ini.
“Kenaikan harga TBS ini tentu saja membawa angin segar bagi para petani sawit di Mukomuko. Dengan harga TBS yang lebih tinggi, petani dapat meningkatkan pendapatan mereka dan memperbaiki kesejahteraan keluarga. Selain itu, kenaikan harga TBS juga dapat mendorong peningkatan produksi kelapa sawit di Mukomuko.
Sejauh ini, ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam mendukung sektor perkebunan. Pemprov Bengkulu terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai kebijakan dan program. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi kerjasama antara petani dengan perusahaan pengolahan kelapa sawit.
“Kami berharap kenaikan harga TBS ini dapat dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, kami mengapresiasi upaya dari pemerintah daerah ” tambah Salman mengakhiri.(Zul)










