Jakarta||ISBCenter.com – Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden dan Kamala Haris, menyampaikan pidato kemenangan pertamanya di depan kerumunan pendukungnya pada Sabtu malam (7/11/2020) atau Minggu pagi waktu Indonesia (8/11/2020) di kampung halamannya di Wilmington, Delaware.
Dalam pernyataannya, keduanya sama sekali tidak menyinggung soal Trump, dan memfokuskan pembicaraan pada upaya membangun kembali persatuan di dalam negeri dan berterima kasih atas koalisi berbagai macam etnis, warna kulit, dan kepercayaan yang mendukungnya.
Joe Biden bahkan menyebutkan koalisi beragam warga Amerika tersebut berkumpul memilihnya sebagai presiden.
“Saya bangga dengan koalisi yang kami kumpulkan sebagai koalisi terluas dan paling beragam dalam sejarah,” katanya.
“Demokrat, Republik, independen, progresif moderat, konservatif, muda tua, perkotaan, pinggiran kota, pedesaan, gay, heteroseksual, transgender, kulit putih, Latin, Asia, Pribumi Amerika. Saya sungguh-sungguh,” ungkapnya
Dia mencatat bahwa dia tidak akan bisa mencapai kemenangannya ini tanpa suara dari warga kulit hitam Amerika.
“Terutama pada saat-saat ketika kampanye ini berada pada titik terendahnya,” katanya, “komunitas Afrika-Amerika berdiri lagi untuk saya.”
Di negara bagian penting termasuk Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, dan Georgia, pemilih kulit hitam sangat penting bagi kemenangan Demokrat.
Biden juga berjanji menjadi presiden bagi semua warga Amerika, termasuk 70 juta orang yang memilih agar Donald Trump kembali menjabat.
“Saya berjanji untuk menjadi presiden yang berusaha tidak untuk memecah belah tetapi untuk mempersatukan,” kata Biden.
Sementara itu, Harris, berbicara tentang almarhum ibunya, Shamala Gopalan Harris saat berbicara di depan pendukungnya.
“Ketika dia datang ke sini dari India, pada usia 19, dia mungkin tidak begitu membayangkan momen ini. Tapi dia sangat percaya pada Amerika di mana momen seperti ini mungkin terjadi,” katanya.
“Jadi saya memikirkan tentang dia dan tentang generasi semua wanita – wanita kulit hitam, Asia, putih, Latin, wanita Pribumi Amerika – yang sepanjang sejarah bangsa kita telah membuka jalan untuk momen ini di malam ini. “
“Meskipun saya mungkin wanita pertama di kantor ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir,” tambahnya…(**RS/rri)










