Mukomuko||ISBCenter.com – Salah Satu pasien RSUD Mukomuko mengungkapkan dan mengeluhnya atas kejadian yang menimpa Eka Kurnia Wati ( 37) Perempuan Alamat Mekar Mulya Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Pada Tanggal 18 bulan Juli mendaftar untuk menjalani berobat atau operasi benjolan yang ada di tubuh pasien. Pasien mengajukan untuk memakai kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Namun beda yang terjadi, Eka pasien Mengakui bahwa pada tanggal 18 Ia mendaftarkan untuk menjalani operasi benjolan di tubuhnya yang berjumlah tiga benjolan. Tapi untuk memakai BPJS hanya satu benjolan namun dua benjolan lagi dianjurkan untuk umum oleh oknum Dr RSUD Mukomuko yang biayai Rp 3.500.000 sedangkan untuk pembayaran melewati Oknum Dr tersebut.
Ia menyampaikan, sejak sudah operasi dan rawat inap dua malam sampai pulang Oknum Dr tersebut tidak pernah mengontrol sampai sekarang. Dari awal masuk RSUD Mukomuko peralatan untuk operasi, Obat dan lainnya tetap beli sendiri di apotik diluar.
Ia menejelaskan, waktu mau operasi, Tiga (3) benjolan di tangan, Satu pake BPJS namun Dua (2) benjolan disuruh untuk membayar Rp 3.500.000 Rupiah.
Padahal BPJS aktif, sudah dibayar uang Dua benjolan, masih di kenai biaya denda BPJS 480 Belum lagi segala obat, alat suntik sarung tangan medis infus masih disuruh beli sendiri diluar
Sambungnya Terakhir benjolan yang sudah di operasi katanya dikirim ke Bengkulu untuk cek lab. Masih diminta lgi uang Rp 500.000 Rupiah setelah hasil lab nya sudah keluar masih di mintai uang lagi dengan catatan dengan catatan ada biaya tambahan.
Kepala BPJS Kabupaten Mukomuko, Elva Elinda, bersama awak media telah mendatangi pasien Eka Kurnia Wati di kediamannya di Mekar Mulya, serta menjenguk pasien dan melihat kondisi pasien tersebut.
Dalam pertemuan tersebut kepala BPJS Mukomuko mendengar langsung apa yang dialami oleh Pasien BPJS yang telah berobat di RSUD Mukomuko.
Saat awak media konfermasi kepada kepala BPJS Mukomuko tidak banyak komentar hanya saja untuk saat ini dari BPJS masih mendalami serta akan berkomunikasi dahulu terhadap Direktur RSUD tersebut.
“Untuk saat ini kita belum banyak komentar hanya saja Kita masih menelusuri dan berkomunikasi dahulu kepada Direktur RSUD” ungkap Elva Elinda(Zul)










