Bupati Blitar, Larung Sesaji Salah Satu Upacara Adat Jawa

Bupati Blitar, Larung Sesaji Salah Satu Upacara Adat Jawa

Blitar||ISBCenter.com – Bupati Blitar Hj Rini Syarifah menghadiri kegiatan upacara adat Larung Sesaji pada 3 Muharram 1446 Hijriyyah bertempat di pantai Serang kecamatan Panggungrejo kabupaten Blitar, Selasa (9/7/2024).

Dalam sambutannya, Bupati Blitar Hj Rini Syarifah mengatakan,
Peringatan tahun baru dengan upacara adat Larung Sesaji telah rutin dilaksanakan dari tahun ke tahun, sehingga dapat menjadi acara unggulan Kabupaten Blitar.

Bacaan Lainnya

“Upacara adat Larung Sesaji Pantai Serang saat ini merupakan rangkaian acara memperingati HUT Blitar yang ke-700,”kata Mak Rini panggilan akrab Bupati Blitar.

Mak Rini menyampaikan Terima kasih pada Kepala Desa Serang dan panitia yang telah mempersiapkan dan mendukung acara hingga berjalan meriah dan lancar. Mak Rini berharap upacara adat seperti ini dapat terus berkembang.

“Upacara Adat Larung Sesaji merupakan salah satu upacara adat Jawa yang bertujuan untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan merupakan rasa syukur karena keadaan di Kabupaten Blitar senantiasa diberkahi dengan kedamaian dan kesejahteraan,”jelasnya.

Menurut Mak Rini, Upacara adat Larung Sesaji juga merupakan simbol tingginya kualitas dan keindahan budaya adat Jawi khususnya di Kabupaten Blitar yang harus selalu dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu.

“Dalam acara Larung Sesaji tersebut dihadirkan tujuh tumpeng, dua tumpeng dari Dinas Pertanian berupa hasil tanah, dua tumpeng dari Dinas Peternakan berupa hasil peternakan, dua tumpeng dari Dinas Koperasi dalam bentuk hasil peternakan. berupa produk UMKM Kabupaten Blitar dan satu buah tumpeng dari Pariwisata Kab Blitar berupa pangan,”tuturnya.

Masih Mak Rini, Banyak sekali acara seni dan budaya yang ada di Kabupaten Blitar, diantaranya: Upacara adat Larung Sesaji seperti pada hari ini juga diadakan di tepi laut antara desa Serang dan pantai seberang laut. bulan Agustus, dan upacara adat penyiraman peninggalan gong kyai pradah yang dilaksanakan pada bulan Mulud, semuanya telah masuk dalam kalender pariwisata Provinsi Jawa Timur.

“upacara adat seperti ini, kami dorong untuk dikembangkan menjadi salah satu kekayaan wisata unggulan di Blitar,”jelasnya.

Lanjut Mak Rini, Kami menyadari besarnya potensi yang dimiliki pemerintah yang juga telah melaksanakan tanggung jawabnya dalam bidang pembangunan pertanian, pendidikan, pariwisata, kesehatan, sosial dan lain-lain.

“Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar diharapkan menjadi penggerak potensi perekonomian di Kabupaten Blitar. Selama ini upaya Pemerintah Kabupaten Blitar akan segera terwujud dan yang tertinggi adalah Kabupaten Blitar yang Damai dan Sejahtera,”pungkasnya.

Mak Rini berpesan pada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang dekat dengan sumber daya kelautan dan perikanan, khususnya masyarakat yang berada di tepian lautan, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melestarikan sumber daya kelautan dan perikanan.

“masyarakat secepatnya dapat memanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di pesisir laut.

Selain itu, Mak Rini mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar laut untuk waspada dan mewaspadai bahaya yang akan terjadi, seperti gelombang besar, angin kencang, dan gempa bumi,”tutupnya.

Perlu diketahui Kabupaten Blitar banyak mendapat anugerah karena perhatian yang diberikan terhadap budaya Jawi dan pariwisata di Kabupaten Blitar. Kebudayaan dan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun seluruh masyarakat harus ikut serta dalam handarbeni, uri uri, dan menjalani kehidupan budaya dan pariwisata di Kabupaten Blitar sehingga terkenal di seluruh nusantara dan mancanegara.

Diketahui bahwa Kabupaten Blitar mempunyai potensi perekonomian yang besar, salah satunya dapat dilihat dari potensi perairan laut, pertanian, perkebunan, pariwisata, peternakan, industri dan lain-lain. (ADV/kmf/Ema)

Pos terkait