Bupati Blitar, Jamasan Gong Kyai Pradah Unggal Kabupaten Blitar

Bupati Blitar, Jamasan Gong Kyai Pradah Unggal Kabupaten Blitar

Blitar||ISBCenter.com – Bupati Blitar Hj Rini Syarifah telah mengikuti prosesi upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah tahun 1446 Hijriah, dengan pengawalan ketat TNI Polri dan Satpol-PP, bertempat di Alon Alon Sutojayan Lodoyo kabupaten Blitar, Selasa (17/9/2024)

Ribuan masyarakat memadati aloon aloon Sutojayan untuk ikut menyaksikan momentum adat tradisi yang selenggarakan pemerintah kabupaten secara rutin dari tahun ke tahun.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Bupati Blitar Hj Rini Syarifah mengucapkan Terima kasih kepada semuanya jajaran pemerintah, masyarakat, ulama yang ikut hadir melangsungkan upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah.

“Peringatan bulan Mulud dengan upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah telah dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun, sehingga dapat menjadi acara unggulan Kabupaten Blitar,” kata Mak Rini panggilan akrab Bupati Blitar.

Lebih lanjut Mak Rini mengatakan
upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah merupakan upacara adat yang bertujuan untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, dan merupakan rasa syukur karena keadaan Kabupaten Blitar senantiasa diberkahi kedamaian dan kesejahteraan.

Kehadiran upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah juga menjadi simbol keunggulan dan keindahan Budaya Adat Jawa khususnya di Kabupaten Blitar yang patut untuk selalu dilestarikan dan diwariskan kepada putra zaman, pada akhirnya dapat terwujud sebuah kesempatan untuk menyebarkan keindahan budaya khas di daerah Blitar.

“Perlu diketahui Kabupaten Blitar banyak mendapat anugerah karena perhatian yang diberikan terhadap budaya Jawa dan pariwisata yang ada di Kabupaten Blitar,”jelas Mak Rini

Menurut Mak Rini Di antara upacara adat Jamasan Gong Kyai Pradah telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Berwujud Indonesia dalam tahun 2017 yang lalu, selain itu pada tanggal 19 Agustus 2024 Kabupaten Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah berhasil lolos sidang di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sehingga dapat ditetapkan sebagai Kabupaten Blitar. warisan budaya tak benda Indonesia di Warsawa tahun 2024 adalah dengan prestasi seperti ini semoga bisa kembali membahagiakan Kabupaten Blitar.

Kebudayaan dan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun seluruh masyarakat juga harus ikut serta dalam memajukan, membina, dan memasyarakatkan budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Blitar agar dapat tersebar ke seluruh nusantara dan mancanegara.

“Selama ini usaha yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar akan segera terpuaskan dengan kehebatan Kabupaten Blitar yang damai dan sejahtera,”pungkasnya. (ADV/kmf/Ema)

Pos terkait