Desa Penyangga Keluhkan Perusahaan PT KSM Gunakan Sungai Tanpa Kontribusi, Soroti Tanggungjawab CSR

Ketua BPD Ririt saat di temui di kantor desa Pauh Terenja

Mukomuko||ISBCenter.com – Delapan Desa Penyangga dan Desa terdampak, Kecamatan XIV dan Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, melayangkan protes terhadap dua perusahaan PT. Karya Sawit Tindo Mas (KSM) yang memanfaatkan jalur sungai Kukun desa Pauh Terenja untuk aktivitas operasional tanpa memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat. (30/9/2025).

PT. Karya Sawit Tindo Mas (KSM)

Perusahaan tersebut, yang beroperasi di wilayah Desa Tanjung Alai Kecamatan Lubuk Pinang, disebut kerap menggunakan sungai Kukun yang melintasi Lahan Sawit Warga Pauh Terenja untuk mengangkut buah sawit serta sebagai jalur transportasi. Namun, warga menilai, hingga saat ini belum ada bentuk tanggung jawab sosial dari perusahaan, termasuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Selama ini mereka hanya lewat saja. Tidak pernah ada bantuan atau bentuk kontribusi apa pun untuk desa. Padahal sungai ini milik bersama. Bahkan, mereka berisiko dampak kepada warga, apa lagi sungai Kukun menuju sungai manjunto” ungkap Ketua BPD Ririt saat di temui di kantor desa Pauh Terenja

Ririt juga menyoroti keberadaan Warga yang terancam akibat aktivitas sungai yang padat. Ia menegaskan, jika air Sungai rusak, dampaknya akan langsung dirasakan oleh warga, terutama Warga saat pencarian sebagai mengambil pasir disungai tersebut.

“Kalau sungai tercemar, yang rugi kami. Kita hanya minta perhatian dan tanggung jawab dari perusahaan,” ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya warga yang beraktifitas di pinggiran sungai. Aktivitas perusahaan yang intens dan berulang menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang terhadap lingkungan sekitar serta keselamatan warga yang aktivitas di sepanjang bantaran sungai.

Ia berharap kepada pemerintah daerah memberi ketegasan regulasi terhadap kewajiban perusahaan kepada desa seperti desa Penyangga ini yang menjadi akses transportasi perusahaan tersebut, mengingat dampak langsung aktivitas perusahaan sangat dirasakan oleh warga, meskipun secara administratif perusahaan tidak berada desa desa penyangga

“Kami ingin solusi, bukan janji. Kami harap perusahaan jangan tutup mata terhadap desa yang mereka lewati setiap hari,” tegas Ririt

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT. KSM mengenai keluhan warga dan tuntutan atas pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.(Zul)

Pos terkait