Mukomuko||ISBCenter.com – BUMDes dibentuk oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dengan, memanfaatkan potensi ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kelembagaan perekonomian desa.
Sedangkan sumber dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berasal dari, Dana Desa (DD), tabungan masyarakat, bantuan dari pemerintah pusat/provinsi/kabupaten dan kota, pinjaman, penyertaan modal dari pihak lain, kerja sama bagi hasil, atau aset desa yang dipisahkan.
Hal tersebut di atas, berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi pada BUMDes Desa Air Dikit dan Desa Pondok Lunang Kecamatan Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Dimana, dampak pertumbuhan ekonomi adanya BUMDes, tidak pernah dirasakan masyarakat, alias stagnan (jalan ditempat).
Diketahui untuk Pernyataan Modal dari Dana Desa, namun ada Dua Desa di kecamatan Air Dikit yaitu Desa Air dikit dan Pondok Lunang diduga diduga mangkrak dan tidak ada kejelasan seperti apa perkembangannya terhadap masyarakat.
Bumdes Colo Sejahtera Desa Air dikit dari 2016 sampai 2023 mencapai Rp117 juta namun ada bantuan dari kementerian Rp 50 juta, dengan usaha yang dibuka untuk penjualan pupuk, sedangkan untuk Bumdes Bina Mandiri Desa Pondok Lunang pernyataan modal dari Dana Desa dari tahun 2016 sampai 2023 dengan anggaran Rp 230 juta dengan usaha simpan pinjam.
Namun pada saat Awak media konfermasi melalui WhatsApp mempertanyakan ke Kades terkait perkembangan BUMDes. Polemik dugaan mangkrak terus menjadi buah bibir dan bola liar di kalangan warga masyarakat Desa tersebut. Namun Kepala Desa Air Dikit tidak menjawab alias bungkam. Sama seperti Ketua BPD Desa Pondok Lunang yang sebagai pengawasan di desa juga sama seperti kepala Desa Pondok Lunang juga bungkam.
Sementara saat dikonfirmasi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mukomuko melalui, Plt kabid bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa (PUEM) Yaspida S.AP. mengatakan untuk Bumdes Desa Pondok Lunang Dan Desa air Dikit sampai sekarang tidak ada laporan bagai mana perkembangannya. Namun untuk dari dinas sudah melakukan pembinaan terhadap seluruh BUMDES yang ada di kabupaten Mukomuko.
” Untuk sekarang BUMDES desa Utuk kita sudah melakukan pembinaan terhadap BUMDES. Sementara dari hasil laporan dari pihak BUMDES belum seluruhnya masuk ke dinas” ungkapnya
Sementara untuk Bumdes Desa di Kabupaten Yang berjalan sampai sekarang hanya lebih kurang 30 persen.
“Harapan kita terhadap BUMDES bagi desa yang vakum bisa berjalan lagi, serta bagi Bumdes sudah dapat dari menkumham bisa berkembang dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.” Jelasnya(Zul)










