Riau||ISBCenter.com – Seorang dokter laki-laki berinisial AKL (30) yang bertugas di RSUD Tengku Rafian Siak ditemukan meninggal dunia di area semak belukar samping pagar rumah sakit, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (13/7/2026) sore oleh istrinya yang juga berprofesi sebagai dokter.
Dirkrimum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua menjelaskan, kronologi bermula pada Senin sekitar pukul 17.30 WIB saat istri korban, YM, mencoba menghubungi ponsel suaminya. Namun nomor korban sudah tidak aktif.
“Merasa khawatir, istri korban kemudian mencari keberadaan suaminya di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak dan menanyakan kepada rekan-rekan sesama dokter,” kata Hasyim.
Pencarian dilanjutkan dengan menghubungi pihak keluarga korban di Bagan Batu, tetapi korban tetap tidak ditemukan.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat berjalan seorang diri menuju pintu keluar di depan Pos Satpam RSUD Tengku Rafian Siak sebelum meninggalkan area rumah sakit.
“Dari rekaman CCTV diketahui korban berjalan seorang diri menuju pintu keluar depan Pos Satpam RSUD Tengku Rafian Siak sebelum meninggalkan area rumah sakit,” kata Hasyim.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB, petugas keamanan kembali menanyakan keberadaan korban kepada tenaga medis dan ASN di lingkungan rumah sakit. Namun tidak ada yang mengetahui.
Sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans melakukan penyisiran di semak belukar samping pagar RSUD dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
“Di samping tubuh korban juga ditemukan tas sandang miliknya,” jelas Hasyim.
Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, ID card, stetoskop, tensimeter, alat cek gula darah, headset bluetooth, uang tunai Rp861 ribu, jarum suntik, serta dua vial obat bertuliskan Fentanil Citrate dan Rocuronium Bromide.
Hingga kini penyebab pasti kematian belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium forensik.
“Saat ini masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian dokter tersebut,” tutup Hasyim..(*ay)










