HMI Cabang Ciamis Lakukan Diskusi Panel Bahas  Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dan Ketersediaan Air

HMI Cabang Ciamis Lakukan Diskusi Panel Bahas  Indeks Kualitas Lingkungan hidup dan Ketersediaan Air

Ciamis||ISBCenter.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis Bidang Lingkungan Hidup lakukan diskusi panel membahas indeks kualitas lingkungan hidup dan ketersediaan air,24 Mei 2025.

Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) adalah nilai yang menggambarkan kualitas lingkungan hidup dalam suatu wilayah pada waktu tertentu dan merupakan nilai komposit dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU) dan Indeks Kualitas Lahan (IKL).

“Status IKLH memberikan gambaran tentang kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah, termasuk kualitas air, udara, dan tutupan lahan. Nilai IKLH dapat digunakan untuk menilai kinerja program perbaikan kualitas lingkungan hidup dan mendukung pengambilan kebijakan. Begitupun dengan kedudukan IKLH memiliki peran penting sebagai indikator kinerja pemerintah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. IKLH juga digunakan sebagai bahan informasi dalam pengambilan keputusan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”. Ucap wahyu kabid lingkungan hidup

Selain membahas Indeks kualitas lingkungan hidup, Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Ciamis juga membahas rencana strategi untuk menjaga kualitas dan kuantitas air di wilayah kabupaten Ciamis.

Berdasarkan data yang di dapat oleh HMI Cabang Ciamis, Pada tahun 2023, kekeringan melanda 20 dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis, mencakup 65 desa dan 149 dusun. Sebanyak 17.476 kepala keluarga atau sekitar 52.890 jiwa terdampak dan mengalami kesulitan air bersih.

Beberapa wilayah yang terdampak parah antara lain:
1. Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican: Sebanyak 767 jiwa dari empat RT di Dusun Kertajaga mengalami krisis air bersih.
2. Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog: Sebanyak 788 kepala keluarga mengalami kekeringan akibat sumur mengering.

Selain itu, 11 kecamatan mengalami kekeringan parah dan membutuhkan suplai air setiap harinya, yaitu:
Cihaurbeuti
Cipaku
Cisaga
Banjaranyar
Banjarsari
Kawali
Rancah
Panawangan
Cidolog
Pamarican
Lakbok

Kemudian Bencana kekeringan yang terjadi di tahun 2016 dan 2019 itu sangat menyulitkan masyarakat Kabupaten Ciamis. Mengingat hal di atas, penting untuk dilakukan diskusi IKLH dan Ketersediaan Air. Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam lakukan diskusi melibatkan beberapa instansi pemerintah diantaranya PDAM Tirta Galuh Ciamis, DPRKPLH Ciamis, Perhutani KPH Ciamis dan BBWS Citanduy.

” Kita harus mengakui bahwa kita tidak bisa hidup tanpa air dan berbicara air sama saja dengan berbicara kehidupan. Itulah mengapa kami, HMI Cabang Ciamis melalui Bidang Lingkungan Hidup membicarakan tentang ketersediaan air berikut dengan rencana strateginya”. Tegas wahyu

RPJPD Kabupaten Ciamis 2025–2045: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Ciamis menekankan pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya air. Fokus utama mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan ekonomi, dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM): Peraturan Bupati No. 12 Tahun 2023 menetapkan RISPAM Kabupaten Ciamis untuk periode 2022–2041. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan akses air minum melalui pembangunan infrastruktur, seperti sumur bor dan sistem distribusi air, guna mengatasi krisis air bersih di masa mendatang. Sebagai Perencanaan jangka Panjang yang mengatur Penyediaan air minum juga harus disesuaikan dengan Perubahan wilayah adminitratif dan target akses air bersih.

“Kami harap apa yang sudah termaktub di RPJPD dan RISPAM Kabupaten Ciamis ini bisa terealisasi dengan maksimal agar masyarakat bisa merasakan kebijakan yang di buat oleh pemerintah” Pungkas wahyu ramdani kabid Lingkungan Hidup

Diskusi panel ini bukan langkah terakhir yang dilakukan HMI Cabang Ciamis, setelah diskusi selesai HMI Cabang Ciamis melalui Bidang Lingkungan Hidup akan melakukan pengkajian kembali.

HMI Cabang Ciamis juga mengajak mendorong kepada instansi yang hadir saat diskusi untuk melakukan inovasi dalam membuat program yang berbasis data agar realisasinya tepat sasaran. Dan kepada seluruh unsur organisasi dan masyarakat untuk bersama-sama memerhatikan lingkungan dan menjaga kelestarian alam untuk mendapatkan hasil yang baik di masa yang akan datang.(*Ilham)

Pos terkait